Mengenal Kuliner Dayak Maanyan
- 10 Jun 2026 06:44 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin: Kuliner merupakan salah satu identitas budaya yang penting untuk diperkenalkan dan dilestarikan. Keberagaman kuliner yang dimiliki berbagai suku di Indonesia menjadi kekayaan bangsa yang harus dijaga bersama.
"Kuliner bukan sekadar makanan, tetapi juga sarana mempererat hubungan sosial dan memperkuat identitas budaya," kata Ratu dari Kerukunan Keluarga Banjar dalam Ragam Budaya Pro4 RRI Banjarmasin bersama Ikatan Kerukunan Antar Suku Bangsa (IKASBA), Senin 8 Juni 2026.
Ragam Budaya mengangkat tema “Mengenal Kuliner Masakan Dayak Maanyan”. Materi bahasan mengenai kekayaan budaya Indonesia yang tidak hanya tercermin dalam bahasa, adat istiadat dan kesenian, tapi juga ragam kuliner tradisional secara turun temurun.
Sementara itu, perwakilan Kerukunan Keluarga Dayak Maanyan, Way Hudi Anden, menjelaskan bahwa masyarakat Dayak Maanyan memiliki beragam masakan khas. Masakan khas yang memanfaatkan bahan-bahan alami dari hutan, sungai, dan ladang.
"Seperti misalnya sayur Kalumpe yang bahannya terbuat dari daun singkong, iwak Wadi dari ikan Patin,Papuyu atau Haruan, ada juga masakan ekstrim seperti babi dan kelelawar," ujarnya.
Penggunaan rempah-rempah lokal serta teknik memasak tradisional, kata Way Hudi menjadi ciri khas yang membedakan kuliner Dayak Maanyan dengan daerah lain. Menurutnya, sejumlah makanan tradisional tidak hanya disajikan sebagai santapan sehari-hari, tetapi juga memiliki peran penting dalam berbagai upacara adat, syukuran, dan kegiatan kemasyarakatan.
"Karena itu, kuliner menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan budaya masyarakat Dayak Maanyan," ucap Way Hudi.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Drs. Masrani Noor, S.Ak., M.Si. dari Kerukunan Keluarga Madura menilai bahwa kuliner dapat menjadi media yang efektif untuk membangun pemahaman dan kedekatan antar suku. Melalui makanan, masyarakat dapat saling mengenal tradisi dan kearifan lokal yang dimiliki setiap kelompok etnis.
Hal senada disampaikan Rakhmat Basuki dari Kerukunan Keluarga Jawa Tengah. Menurutnya, keberagaman kuliner yang ada di Kalimantan menjadi bukti bahwa perbedaan budaya bukanlah penghalang untuk hidup berdampingan.
"Justru melalui pertukaran budaya, termasuk dalam bidang kuliner, persatuan dan toleransi dapat semakin diperkuat," ujarnya.
Diskusi ragam budaya tersebut juga menyoroti tantangan pelestarian kuliner tradisional di era modern. Seperti berkurangnya minat generasi muda untuk mempelajari resep warisan leluhur dan semakin dominannya makanan instan.
"Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama melalui edukasi, promosi budaya, dan pengembangan ekonomi kreatif agar kuliner tradisional tetap lestari dan dikenal oleh generasi mendatang," katanya.
IKASBA berharap masyarakat semakin mengenal kekayaan kuliner Dayak Maanyan sebagai bagian dari warisan budaya Nusantara yang patut dibanggakan. Selain menjaga identitas budaya, pelestarian kuliner tradisional juga berpotensi mendukung sektor pariwisata dan pengembangan UMKM berbasis budaya lokal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....