Jaw Harp Nusantara, Alat Musik Tiup Tradisional yang Menyimpan Warisan Leluhur
- 26 Mei 2026 08:18 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Indonesia dikenal memiliki kekayaan alat musik tradisional yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Salah satu alat musik unik yang masih bertahan di sejumlah daerah adalah jaw harp atau harpa mulut.
Meski bentuk dan namanya berbeda-beda di tiap wilayah, alat musik ini memiliki prinsip permainan yang sama. Yakni memanfaatkan rongga mulut sebagai resonator untuk menghasilkan bunyi khas yang bergetar lembut.
Mengutip dari laman 1001Indonesia.Net. Di Nusantara, alat musik ini dibuat dari bahan sederhana yang mudah ditemukan di alam, seperti bambu, kayu, hingga pelepah enau. Cara memainkannya pun cukup unik. Pemain menempelkan alat di bibir atau mulut, kemudian bagian ujungnya dipetik, ditepuk, atau ditarik sehingga menghasilkan getaran suara yang diperkuat oleh rongga mulut.
Di tanah Sunda, Jawa Barat, alat musik ini dikenal dengan nama Karinding. Biasanya terbuat dari bambu atau pelepah enau dan dimainkan dengan cara ditepuk pada bagian ujungnya.
Dahulu, Karinding dipercaya digunakan masyarakat sebagai pengusir hama di sawah karena bunyinya yang menyerupai gelombang tertentu. Kini Karinding berkembang menjadi bagian dari pertunjukan seni dan musik tradisional Sunda.
Sementara di wilayah Jawa dan Bali, alat musik serupa dikenal dengan nama Rinding. Beberapa daerah memiliki ciri khas tersendiri, seperti Rinding Lumajang di Jawa Timur dan Rinding Malang.
Meski bentuknya sederhana, bunyi yang dihasilkan mampu menciptakan nuansa musik etnik yang khas dan menenangkan.
Di Bali dan Lombok, masyarakat mengenal alat musik Genggong. Instrumen ini terbuat dari bambu atau kayu palem dan menjadi salah satu alat musik tradisional yang cukup populer di Pulau Dewata.
Dalam beberapa tradisi, Genggong juga memiliki nilai sakral dan kerap dimainkan dalam pertunjukan seni budaya Bali. Bunyinya yang ritmis sering dipadukan dengan alat musik tradisional lainnya dalam sebuah ansambel.
Sementara itu, masyarakat Kalimantan mengenal alat musik serupa dengan nama Kuriding, instrumen ini umumnya dibuat dari pelepah aren atau kayu dan dimainkan dengan cara menarik tali penggetar. Kuriding menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat Banjar dan Dayak yang diwariskan secara turun-temurun.

Pengamat budaya, Mukhlis Maman, menilai keberadaan alat musik harpa mulut di Nusantara menunjukkan kekayaan kreativitas masyarakat tradisional Indonesia. Yakni dalam menciptakan instrumen musik dari bahan-bahan alami di sekitar mereka.
"Meski modernisasi terus berkembang, berbagai komunitas seni kini mulai kembali memperkenalkan alat musik tradisional Kuriding kepada generasi muda melalui festival budaya dan pertunjukan musik tradisional," ucapnya.
Informasi mengenai kekayaan alat musik tradisional Nusantara kini semakin mudah diakses melalui berbagai platform dan lembaga budaya. Salah satunya melalui Kementrian Kebudayaan Republik Indonesia yang menyediakan beragam informasi mengenai warisan budaya Indonesia, termasuk sejarah, fungsi, hingga upaya pelestarian alat musik tradisional dari berbagai daerah di Tanah Air.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....