Magrib Mengaji, Tradisi Religius Masyarakat Banjar
- 08 Mei 2026 20:41 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tradisi magrib mengaji di kalangan masyarakat Banjar dinilai bukan sekadar kebiasaan membaca Al-Qur’an selepas salat magrib, tetapi juga warisan budaya religius yang membentuk karakter dan kedekatan dalam keluarga. Hal tersebut mengemuka dalam acara Pandiran Baisukan di RRI Pro 4 Banjarmasin, Jumat, 1 Mei 2026.
Program tersebut menghadirkan Sofia Mawaddah Al Insyirah, M.Ag., dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari, serta Aulia Najira Putri, mahasiswi Psikologi Islam. Keduanya membahas nilai religius dan psikologis dalam tradisi magrib mengaji di masyarakat Banjar.
Sofia Mawaddah Al Insyirah menjelaskan bahwa masyarakat Banjar sejak dahulu dikenal memiliki tingkat religiusitas yang tinggi. Salah satu bentuknya terlihat dari tradisi magrib mengaji yang dilakukan bersama keluarga di rumah.
“Tradisi ini bukan hanya tentang membaca Al-Qur’an, tetapi juga membangun kebiasaan baik dan menanamkan nilai agama sejak usia dini. Kebiasaan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, suasana menjelang magrib di Banjar memiliki nuansa tersendiri. Kumandang selawat dari masjid menjadi penanda bagi anak-anak untuk berhenti bermain dan kembali ke rumah guna melaksanakan ibadah serta mengaji bersama keluarga.
Sementara itu, Aulia Najira Putri mengatakan bahwa dari perspektif Psikologi Islam, kebiasaan magrib mengaji memiliki pengaruh positif terhadap perkembangan mental dan emosional anak. Kebiasaan tersebut dinilai mampu memperkuat hubungan emosional antara anak dan orang tua.
“Ketika anak mengaji bersama orang tua, terjadi bonding emosional,” ucapnya. “Hal itu sangat penting bagi rasa aman dan kenyamanan psikologis anak.”
Menurutnya, di tengah perkembangan teknologi dan perubahan gaya hidup, tradisi magrib mengaji mulai mengalami penurunan. Anak-anak kini lebih banyak menghabiskan waktu dengan gawai dibanding berkumpul bersama keluarga.
Karena itu, masyarakat diajak untuk kembali menghidupkan budaya magrib mengaji sebagai bagian dari pendidikan karakter di rumah. Tradisi tersebut dinilai tetap relevan dalam membangun generasi yang religius dan berakhlak baik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....