Batimung, Tradisi Mandi Uap Khas Masyarakat Banjar

  • 25 Apr 2026 18:31 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Program siaran berjaringan Suara Budaya Nusantara (SBN) yang diselenggarakan RRI Jakarta bersama RRI Pro4 Banjarmasin, Rabu, 22 April 2026, mengangkat topik tradisi batimung masyarakat Banjar. Siaran tersebut menghadirkan narasumber Dra. Hj. Siti Saniah, M.Pd., selaku Ketua Komunitas Perempuan Banua.

Siti Saniah menjelaskan bahwa batimung merupakan tradisi mandi uap khas masyarakat Banjar yang memanfaatkan uap dari rebusan rempah-rempah lokal. Tradisi ini dilakukan sebelum pernikahan, setelah melahirkan, maupun sebagai sarana pemulihan stamina serta pengobatan.

Ia menyampaikan bahwa tradisi batimung terinspirasi dari legenda Putri Junjung Buih, sosok yang dikenal memiliki kecantikan dan aura yang memikat. Legenda tersebut menjadi latar lahirnya ritual mandi uap sebagai cara masyarakat Banjar merawat kecantikan dan kebugaran tubuh.

“Batimung tidak hanya dilakukan oleh perempuan, tetapi juga laki-laki,” ujarnya. “Karena manfaatnya sangat banyak, terutama bagi calon pengantin sebelum melangsungkan pernikahan.”

Tradisi batimung menggunakan peralatan dan bahan berbasis kearifan lokal, seperti tikar anyaman purun, bangku kecil, dan kuantan (periuk) tanah liat. Rempah-rempah yang digunakan juga beragam, disesuaikan dengan tujuan pelaksanaan ritual.

Dalam prosesi tersebut, seseorang duduk di bangku kecil dengan tubuh diselubungi tikar purun dari kaki hingga leher, dengan ruang sirkulasi udara agar tidak terlalu rapat. Di dalamnya diletakkan periuk berisi rebusan rempah, kemudian uap dilepaskan secara perlahan agar tetap nyaman di kulit dan tidak menimbulkan iritasi.

Siti Saniah menekankan pentingnya menjaga kelestarian batimung sebagai aset budaya yang bernilai tinggi. Ia menilai tradisi ini berpotensi dikembangkan sebagai wisata budaya lokal karena manfaatnya bagi kesehatan, kebugaran, dan kecantikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....