Mengembalikan Cinta lewat Teguran untuk Generasi Muda

  • 15 Apr 2026 12:53 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin – Perubahan pola sosial turut memengaruhi sikap masyarakat yang kini cenderung individualis. Dahulu, anak orang lain bisa ditegur karena dianggap bagian dari tanggung jawab bersama.

"Saat ini banyak orang memilih diam karena merasa tidak memiliki hubungan langsung. Bahkan khawatir mendapat respons negatif dari orang tua maupun lingkungan," kata Penyuluh agama, Ustaz Muhammad Taqiyyuddin, LC., M.Pd., dalam siaran Hikmah Subuh Pro4 RRI Banjarmasin, Selasa, 14 April 2026.

Hikmah Subuh mengangkat tema “Anakku, Anakmu, Anak Kita: Mengembalikan Cinta Lewat Teguran”. Tema ini diangkat untuk merefleksi pentingnya peran bersama dalam menjaga generasi muda.

Fenomena di ruang publik, menjadi latar pembahasan. Banyak remaja yang berperilaku kurang pantas di kawasan Pedestrian Jalan A. Yani hingga larut malam, tanpa adanya teguran dari lingkungan sekitar.

Menurut ustaz Taqi, akar persoalan terletak pada pola asuh dan sikap orang tua yang kurang terbuka terhadap teguran. Ketika nasihat dianggap sebagai serangan, maka ruang perbaikan menjadi tertutup.

“Kalau orang tua terbuka, harusnya berterima kasih ketika anaknya ditegur. Itu tanda masih ada yang peduli,” katanya,

Ustaz Taqi menjelaskan, bahwa dalam ajaran Islam, menegur kemungkaran memiliki tingkatan, mulai dari tindakan, lisan, hingga hati. Namun, kondisi saat ini menunjukkan banyak orang hanya mampu menolak dalam hati tanpa keberanian bertindak.

“Kalau semua hanya diam, kemungkaran akan dianggap biasa. Padahal teguran itu bagian dari cinta kita kepada sesama,” ujarnya.

Ustaz Taqi mengingatkan bahwa dampak dari pembiaran tidak hanya dirasakan individu, tetapi bisa meluas ke masyarakat. Ketika perilaku menyimpang dibiarkan, maka akan terjadi normalisasi yang berbahaya bagi generasi mendatang.

“Jangan sampai kita membiarkan, lalu saat dampaknya datang, semua ikut merasakan. Karena itu, mari kembalikan kepedulian, mulai dari lingkungan terdekat,” ucap

Dengan demikian, anak bukan hanya milik keluarga semata. Anak juga merupakan bagian dari tanggung jawab sosial yang perlu dijaga bersama demi masa depan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....