Bakisah, Tradisi Lisan Warisan Budaya Banjar
- 08 Apr 2026 19:05 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Tradisi bakisah sebagai salah satu bentuk sastra lisan dalam budaya Banjar dinilai memiliki peran penting dalam menanamkan nilai moral dan pendidikan kepada anak sejak dini. Hal ini disampaikan Dosen PBSI Universitas PGRI Kalimantan, Novia Winda, M.Pd., dalam program Pandiran Baisukan RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 6 April 2026.
Menurut Novia, pesan dalam bakisah disampaikan melalui berbagai topik, mulai dari kisah teladan, tokoh masyarakat, hingga legenda dan asal-usul daerah. Ia menjelaskan bahwa budaya Banjar identik dengan tradisi lisan, yang salah satunya tercermin dalam aktivitas “mawarung” sebagai ruang berkumpul dan bertukar cerita.
“Biasanya ibu-ibu ketika menasihati anak agar lebih mudah dipahami dan terasa nyaman, menggunakan cara bakisah,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa tradisi bakisah berfungsi sebagai sarana komunikasi yang penting di tengah masyarakat. Sastra lisan ini bahkan kerap diselenggarakan dalam bentuk perlombaan sebagai upaya pelestarian budaya.
Ia mengatakan bahwa sastra lisan disebarluaskan melalui proses pewarisan secara turun-temurun. Tradisi ini umumnya tumbuh di lingkungan pedesaan seiring kuatnya budaya berkumpul di masyarakat setempat.
Bahasa daerah sebagai bahasa ibu diperoleh melalui pewarisan antargenerasi. Melalui pembiasaan tersebut, ia menegaskan tradisi bakisah perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas budaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....