IKASBA Soroti Pergeseran Makna Tradisi Mudik
- 18 Mar 2026 19:51 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Mudik merupakan tradisi tahunan masyarakat Indonesia sejak era Majapahit.
- Awalnya mudik bertujuan ziarah dan kembali ke kampung halaman.
- Mudik menjadi momentum menjaga ikatan keluarga dan nilai budaya.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Ikatan Kekeluargaan Antar Suku Bangsa (IKASBA) membahas tradisi mudik yang menjadi kebiasaan tahunan masyarakat Indonesia. Tradisi ini bahkan telah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit, ketika masyarakat kembali ke kampung halaman untuk berziarah ke makam leluhur.
Hal tersebut disampaikan oleh perwakilan anggota IKASBA, yakni Zulfaisal Putera, Aliansyah Mahadi, Masrani Noor, dan Rakhmat Basuki, dalam program Ragam Budaya RRI Pro4 Banjarmasin, Senin, 16 Maret 2026. Selain membahas asal-usul mudik, mereka juga menyoroti fenomena mudik yang kini berkembang menjadi sebuah industri.
Zulfaisal menjelaskan, mudik mulai berkembang menjadi industri seiring terjadinya urbanisasi besar-besaran ke Jakarta. Daya tarik ibu kota yang menjanjikan kehidupan lebih baik mendorong masyarakat merantau untuk bekerja sebelum akhirnya kembali ke kampung halaman.
“Sebenarnya tujuan mudik itu ada tiga yang utama,” ujarnya. “Yaitu mengunjungi keluarga yang sudah lama tidak bertemu, berziarah, dan melepas rindu suasana kampung.”
Mudik kini menjelma menjadi aktivitas yang menggerakkan berbagai sektor, mulai dari transportasi, suvenir, hingga fesyen. Fenomena ini menjadikan mudik sebagai tradisi penting yang dirasakan kurang lengkap jika tidak dilakukan.
IKASBA menekankan bahwa mudik merupakan momentum untuk menjaga keutuhan rasa kebersamaan yang bisa hilang jika terlewatkan. Lebih dari sekadar tradisi, mudik adalah wujud bakti dan kasih sayang kepada keluarga di kampung halaman yang perlu terus dijaga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....