Psikolog UIN Antasari Jelaskan Keringanan Puasa bagi Ibu Menyusui

  • 06 Mar 2026 20:41 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin: Ibu menyusui memiliki peran penting dalam menjaga tumbuh kembang anak, terutama pada masa awal kehidupannya. Dalam momentum bulan suci Ramadhan, muncul pertanyaan yang kerap dirasakan para ibu, yakni antara menjalankan amanah ibadah puasa dan menjaga kesehatan diri serta kebutuhan nutrisi bayi.

Hal tersebut menjadi pembahasan dalam program Panderan Baisukan di RRI Pro4 Banjarmasin, Jumat 6 Maret 2026, menghadirkan narasumber Psikolog sekaligus dosen Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Antasari, Dina Aprilia, M.Psi., Psikolog, dengan tema “Antara Amanah dan Keringanan Ibu Menyusui di Bulan Ramadhan dalam Perspektif Budaya Banjar dan Psikologi Islam.”

Dina Aprilia menjelaskan bahwa dalam perspektif psikologi Islam, kesehatan fisik dan mental ibu menyusui sangat mempengaruhi kondisi anak. Ia menekankan bahwa Islam memberikan ruang keseimbangan antara ibadah dan tanggung jawab pengasuhan.

“Dalam Islam, menjaga kesehatan ibu dan bayi juga bagian dari amanah. Jika puasa berpotensi mengganggu kondisi ibu atau bayi, maka keringanan yang diberikan syariat adalah bentuk kasih sayang Allah kepada umat-Nya,” ujarnya.

Menurut Dina, tidak sedikit ibu yang merasa bersalah ketika harus mengambil keringanan untuk tidak berpuasa. Padahal, secara psikologis, memaksakan diri berpuasa dalam kondisi tidak memungkinkan justru dapat menimbulkan tekanan emosional.

Sementara itu, mahasiswi Program Studi Agama-Agama UIN Antasari, Aisya Ramadinah, menjelaskan bahwa dalam hukum Islam ibu menyusui termasuk golongan yang mendapatkan keringanan dalam menjalankan puasa Ramadhan.

“Para ulama sepakat bahwa ibu menyusui boleh tidak berpuasa jika khawatir terhadap kesehatan dirinya atau bayinya. Keringanan ini menunjukkan bahwa Islam sangat memperhatikan keselamatan dan kesejahteraan umat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dalam budaya Banjar, keluarga biasanya memberikan perhatian khusus kepada ibu menyusui selama bulan Ramadhan. Nasihat dari orang tua maupun orang yang lebih tua seringkali mengingatkan agar ibu tidak memaksakan diri berpuasa jika kondisi tubuh tidak memungkinkan.

Melalui pemahaman agama dan dukungan budaya tersebut, diharapkan para ibu dapat menjalankan Ramadhan dengan tenang, tanpa mengabaikan amanah menjaga kesehatan diri dan tumbuh kembang anak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....