Gangguan Pembangkit Picu Krisis Listrik, PLN Target Pulih Agustus
- 29 Jul 2026 11:51 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memastikan koordinasi berkelanjutan dengan PT PLN untuk mengatasi pemadaman listrik bergilir di wilayah Kalimantan Selatan.
- Pasokan listrik diperkirakan kembali normal pada akhir Agustus 2026 setelah proses perbaikan sejumlah fasilitas pembangkit listrik diselesaikan.
- Pertemuan koordinasi dilakukan melalui video call antara Gubernur Muhidin dengan perwakilan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan Asam-Asam pada Selasa, 28 Juli 2026.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Gubernur Kalimantan Selatan H. Muhidin memastikan pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan PT PLN (Persero) untuk mengatasi keresahan masyarakat akibat pemadaman listrik bergilir. Berdasarkan hasil koordinasi terbaru, pasokan listrik diperkirakan kembali normal pada akhir Agustus 2026 setelah proses perbaikan sejumlah fasilitas pembangkit selesai.
Kepastian tersebut disampaikan Muhidin usai melakukan video call dengan perwakilan PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asam-Asam melalui Kepala BIN Daerah Kalimantan Selatan, Brigjen Pol. Sentot Adi Darmawan, di Gedung DPRD Kalimantan Selatan, Selasa, 28 Juli 2026. Pertemuan itu membahas perkembangan penanganan gangguan kelistrikan yang masih terjadi di wilayah Kalimantan Selatan.
Berdasarkan penjelasan yang diterima, gangguan pasokan listrik dipicu kerusakan generator di PLTU Asam-Asam. Selain itu, dua pipa boiler pada Independent Power Producer (IPP) di Murung Raya, Kalimantan Tengah, juga mengalami kerusakan sehingga memengaruhi pasokan listrik ke sistem.
Muhidin juga meluruskan informasi yang sebelumnya menyebut adanya kerusakan di PLTGU Muara Teweh. Ia menegaskan gangguan bukan berasal dari pembangkit tersebut, melainkan dari fasilitas milik pihak swasta yang menjadi bagian pendukung sistem kelistrikan.
Senior Manager PT PLN Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Asam-Asam, Fajar Pamujianto, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan akibat pemadaman bergilir. Ia mengatakan petugas masih melakukan investigasi dan percepatan perbaikan, sementara pembangkit di Tanjung telah berhasil sinkron dengan sistem sehingga menambah pasokan listrik dan mulai mengurangi durasi serta cakupan pemadaman bergilir.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....