PLN Ungkap Enam Pembangkit Penyebab Gangguan Listrik di Kalimantan Selatan

  • 04 Jul 2026 15:39 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • PLN mengungkap gangguan listrik di Kalimantan Selatan berasal dari enam pembangkit listrik swasta.
  • Gangguan terjadi secara bergantian sehingga menurunkan kapasitas pasokan listrik sistem interkoneksi.
  • Pemadaman bergilir diterapkan sebagai langkah pengamanan sistem kelistrikan.
  • PLN menargetkan seluruh proses perbaikan pembangkit selesai pada akhir September 2026.
  • Sistem kelistrikan Kalimantan Selatan berstatus siaga mulai Jumat, 3 Juli 2026, untuk meningkatkan keandalan pasokan listrik.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin - PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng) mengungkap penyebab terganggunya pasokan listrik di Kalimantan Selatan dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi III DPRD Kalimantan Selatan, Kamis, 2 Juli 2026. Gangguan tersebut berasal dari enam pembangkit listrik swasta yang menjadi bagian dari sistem interkoneksi kelistrikan.

General Manager PT PLN UID Kalselteng, Iwan Sulistijono, menjelaskan kerusakan pada pembangkit tidak terjadi secara bersamaan. Menurutnya, gangguan muncul secara bergantian di masing-masing pembangkit sehingga berdampak pada berkurangnya kemampuan pasokan listrik ke sistem.

Enam pembangkit yang mengalami gangguan tersebut yakni PT Indonesia Energi Dinamika, PT SKS Listrik Kalimantan, PT Indo Ridlatama Power, PT Cahaya Fajar Kaltim, PT Graha Power Kaltim, dan PT Cahaya Banjar Kaltim. Penurunan kapasitas pasokan membuat PLN menerapkan langkah pengamanan sistem, termasuk pemadaman listrik bergilir di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

PLN memastikan proses perbaikan terus dilakukan hingga seluruh pembangkit kembali beroperasi normal. Perusahaan menargetkan seluruh gangguan dapat dipulihkan pada akhir September 2026 sehingga keandalan pasokan listrik kembali terjaga.

Sebagai langkah jangka pendek, mulai Jumat, 3 Juli 2026, sistem kelistrikan Kalimantan Selatan ditetapkan dalam status siaga. Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan keandalan pasokan listrik sekaligus mengurangi potensi pemadaman selama proses pemulihan pembangkit berlangsung.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....