Revitalisasi Sungai Veteran Masuki Tahap Kedua, Pemko Siapkan Rp140 Miliar

  • 27 Jun 2026 12:22 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Pemko Banjarmasin mengalokasikan Rp140 miliar untuk pembebasan lahan Sungai Veteran.
  • Revitalisasi menjadi bagian dari program NUFReP yang didukung Bank Dunia.
  • Proyek bertujuan meningkatkan kapasitas pengendalian banjir dan sistem drainase.
  • Revitalisasi Sungai Veteran ditargetkan selesai pada 2027–2028.
Video

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pemerintah Kota Banjarmasin terus melanjutkan proyek peningkatan kapasitas Sungai Veteran yang menjadi bagian dari program National Urban Flood Resilience Project (NUFReP). Pada tahap kedua, Pemko mengalokasikan anggaran sekitar Rp140 miliar untuk pembebasan lahan sebagai dukungan terhadap revitalisasi sungai.

Program yang didukung pendanaan dari Bank Dunia tersebut menjadi salah satu proyek strategis untuk meningkatkan ketahanan Kota Banjarmasin terhadap banjir sekaligus memperbaiki sistem drainase perkotaan. Sejumlah bangunan di kawasan terdampak telah dibebaskan, sementara sebagian lahan di jalur proyek direncanakan akan dihibahkan oleh Korem 101/Antasari.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Chandra, mengatakan proses pembebasan lahan masih berlangsung di sejumlah titik prioritas. Menurutnya, pelaksanaan proyek dilakukan melalui koordinasi bersama berbagai instansi agar seluruh tahapan berjalan sesuai aturan dan target.

Koordinasi dilakukan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Kejaksaan Negeri Banjarmasin, serta instansi terkait lainnya. Langkah tersebut bertujuan meminimalkan kendala dalam proses pembebasan lahan maupun pelaksanaan konstruksi di lapangan.

Pemko Banjarmasin menargetkan proyek revitalisasi Sungai Veteran selesai pada 2027 hingga 2028 dengan total kebutuhan anggaran sekitar Rp1 triliun yang bersumber dari pendanaan Bank Dunia. Proyek ini diharapkan menjadi salah satu infrastruktur pengendalian banjir terbesar di Banjarmasin sekaligus memperkuat ketahanan kota terhadap perubahan iklim dan risiko banjir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....