Revitalisasi Topeng Banjar, Upaya Lestarikan Warisan Leluhur
- 22 Jun 2026 09:53 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- UPTD Taman Budaya Kalsel menggelar Revitalisasi Warisan Budaya Topeng Banjar pada 19–20 Juni 2026.
- Kegiatan mengusung tema Ma'angkat Marwah, Maharagu Warisan Leluhur.
- Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Rizal Pahmi, menegaskan Topeng Banjar merupakan identitas budaya yang harus dijaga.
Video
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kesenian Topeng Banjar kini mulai jarang terlihat di ruang publik sehingga memunculkan kekhawatiran akan punahnya warisan budaya tersebut. Kondisi ini mendorong UPTD Taman Budaya Kalimantan Selatan bersama akademisi dan seniman untuk melakukan upaya revitalisasi.
Kegiatan Revitalisasi Warisan Budaya Topeng Banjar digelar pada 19 hingga 20 Juni 2026. Agenda ini menghadirkan sarasehan dan pertunjukan seni secara langsung dengan mengusung tema Ma'angkat Marwah, Maharagu Warisan Leluhur.
Kepala UPTD Taman Budaya Kalsel, Rizal Pahmi, mengatakan Topeng Banjar merupakan identitas budaya masyarakat Banjar yang harus terus dijaga. Ia menekankan revitalisasi dilakukan agar kesenian tersebut tetap berkembang tanpa meninggalkan pakem asli dari para leluhur.
Sementara itu, seniman tari Kalimantan Selatan, Lupi Anderiani, turut menginisiasi pengembangan karya baru bertajuk Tari Topeng Srikandi. Karya ini merupakan bentuk modifikasi yang dikembangkan di luar pakem klasik Topeng Panji yang selama ini disakralkan.
Ia menjelaskan, Topeng Banjar klasik yang berkembang di wilayah Barikin, Hulu Sungai Tengah, memiliki aturan adat yang sangat ketat. Pertunjukan tersebut biasanya hanya digelar dalam agenda sakral seperti upacara adat, ritual tolak bala, hingga pengobatan tradisional.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....