Dari Mana Asal Istilah “Jam Karet” di Indonesia?
- 21 Sep 2026 14:03 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Istilah Jam Karet sudah sangat akrab dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ungkapan ini biasanya digunakan untuk menggambarkan waktu yang tidak berjalan sesuai jadwal atau kebiasaan seseorang datang terlambat dari waktu yang telah disepakati.
Secara sederhana, istilah tersebut menggambarkan waktu seperti karet yang dapat ditarik dan diperpanjang. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jam karet bermakna waktu yang tidak tepat atau terlambat dari waktu yang telah ditentukan, sedangkan kata mengaret digunakan untuk menggambarkan waktu yang tertunda atau mundur.
| Baca juga: Hoaks: Tautan Pendaftaran Rekrutmen BPS 2026 |
Jejak penggunaan istilah ini ternyata sudah cukup lama. Sejarawan Prancis, Denys Lombard, dalam karyanya Nusa Jawa: Silang Budaya yang berasal dari buku Le Carrefour Javanais terbitan 1990, mencatat istilah jam karet sebagai ungkapan yang sudah sangat dikenal di Indonesia. Catatan tersebut menunjukkan bahwa istilah ini setidaknya telah mapan dalam percakapan masyarakat pada akhir abad ke-20.
Istilah jam karet kemudian tidak hanya digunakan dalam percakapan sehari-hari, tetapi juga masuk dalam kajian mengenai kehidupan sosial dan budaya masyarakat Indonesia. Sebuah penelitian Universitas Indonesia pada 1997 bahkan mencatat popularitas istilah tersebut dalam pembahasan mengenai kebiasaan ketepatan waktu di Indonesia.
| Baca juga: Hoaks: Tautan Pendaftaran PPPK Kemenag 2026 |
Meski demikian, belum ditemukan bukti sejarah yang kuat mengenai siapa pencipta pertama istilah jam karet.Tidak ada sumber primer yang dapat memastikan bahwa istilah tersebut diciptakan oleh tokoh tertentu pada tahun tertentu. Karena itu, anggapan bahwa jam karet berasal dari satu tokoh atau satu peristiwa tertentu perlu ditempatkan sebagai dugaan, bukan fakta sejarah.
Begitu pula dengan anggapan bahwa istilah tersebut secara langsung diciptakan pada masa kolonial Belanda. Sejumlah kajian memang menghubungkan fleksibilitas waktu dengan perubahan budaya dan masuknya konsep waktu modern, tetapi hubungan tersebut tidak cukup untuk membuktikan asal-usul istilah jam karet.
Dalam perkembangannya, istilah tersebut menjadi bagian dari bahasa populer masyarakat. Kata karet digunakan sebagai perumpamaan karena sifatnya yang dapat diregangkan. Waktu yang seharusnya memiliki batas tertentu seolah-olah ikut “diregangkan” ketika seseorang datang terlambat atau sebuah kegiatan dimulai tidak sesuai jadwal.
Dari istilah jam karet, kemudian muncul penggunaan kata “ngaret” dalam percakapan sehari-hari. Ketika seseorang mengatakan, “Jangan ngaret,” maksudnya adalah meminta orang lain datang atau melakukan sesuatu sesuai waktu yang telah disepakati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....