Peringatan World Cleanup Day 2026, Begini Sejarahnya
- 20 Sep 2026 08:34 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Hari Bersih-Bersih Sedunia atau World Cleanup Day diperingati setiap 20 September sebagai aksi lingkungan global yang melibatkan jutaan orang di berbagai negara.
- Gerakan ini berawal dari aksi masyarakat Estonia pada 3 Mei 2008 ketika lebih dari 50 ribu warga membersihkan seluruh wilayah negara dalam waktu lima jam.
- Aksi pembersihan Estonia kemudian berkembang melalui jaringan Let's Do It World menjadi gerakan lingkungan internasional yang melibatkan banyak negara.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hari Bersih-Bersih Sedunia atau World Cleanup Day diperingati setiap 20 September dan berawal dari gerakan masyarakat di Estonia pada 2008. Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi aksi lingkungan global yang melibatkan jutaan orang di berbagai negara.
Dilansir dari worldcleanupday.org, gerakan tersebut dimulai pada 3 Mei 2008 ketika lebih dari 50 ribu masyarakat Estonia membersihkan seluruh wilayah negara itu dalam waktu lima jam. Aksi tersebut kemudian berkembang melalui jaringan Let's Do It World.
Perkembangannya terus meluas hingga pada 2018 aksi bersih-bersih yang dikoordinasikan secara global melibatkan lebih dari 18 juta orang dari 157 negara dan wilayah. Setahun kemudian, jumlah peserta meningkat menjadi lebih dari 21 juta orang dari 180 negara dan wilayah.
Pengakuan internasional terhadap gerakan ini diperkuat Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Resolusi Majelis Umum PBB 78/122 yang diadopsi pada 8 Desember 2023. Resolusi tersebut menetapkan 20 September sebagai hari peringatan kebersihan lingkungan global setiap tahun.
Sejak 2024, peringatan tersebut masuk dalam kalender hari internasional PBB. UN-Habitat turut memfasilitasi pelaksanaannya bersama pemerintah, organisasi, komunitas, sektor swasta, dan masyarakat.
Pada 2026, peringatan ini mengangkat tema “From Clean Plates to Clean Cities” dengan fokus pada persoalan pemborosan pangan. Tema tersebut mendorong pencegahan sampah pangan, pemanfaatan pangan yang masih layak konsumsi, serta pengelolaan limbah organik.
Peringatan tahun ini tidak hanya berfokus pada kegiatan membersihkan lingkungan, tetapi juga mendorong pencegahan sampah sejak dari sumbernya. Masyarakat diajak mengurangi pemborosan pangan, memilah sampah, serta memanfaatkan dan mengolah kembali limbah organik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....