World Cleanup Day 2026 Soroti Pemborosan Pangan
- 19 Sep 2026 16:24 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- World Cleanup Day 2026 diperingati pada 20 September dengan tema 'From Clean Plates to Clean Cities' yang fokus pada pengurangan pemborosan pangan dan pencegahan sampah.
- Tema tahun 2026 menghubungkan kebiasaan konsumsi pangan masyarakat dengan upaya mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
- PBB mendorong upaya mengurangi pemborosan pangan, memanfaatkan pangan layak konsumsi, serta mengolah limbah organik untuk mencegah timbulan sampah sejak dari sumbernya.
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hari Bersih-Bersih Sedunia atau World Cleanup Day diperingati setiap 20 September dan pada 2026 mengangkat tema “From Clean Plates to Clean Cities”. Tema tersebut menyoroti pemborosan pangan serta pentingnya mencegah timbulan sampah sejak dari sumbernya.
Dilansir dari laman Perserikatan Bangsa-Bangsa, World Cleanup Day 2026 mendorong upaya mengurangi pemborosan pangan, memanfaatkan pangan yang masih layak konsumsi, serta mengolah limbah organik yang tidak dapat dihindari. Tema tersebut menghubungkan kebiasaan masyarakat dalam mengonsumsi pangan dengan upaya mewujudkan lingkungan perkotaan yang lebih bersih.
Data United Nations Environment Programme (UNEP) dalam Food Waste Index Report 2024 mencatat 1,05 miliar ton pangan terbuang pada 2022 di tingkat rumah tangga, layanan makanan, dan ritel. Jumlah tersebut setara dengan sekitar 19 persen pangan yang tersedia bagi konsumen.
Pemborosan pangan juga berdampak terhadap lingkungan dan perekonomian. UNEP memperkirakan kehilangan dan pemborosan pangan berkontribusi sekitar 8 hingga 10 persen terhadap emisi gas rumah kaca global serta menimbulkan kerugian ekonomi sekitar satu triliun dolar Amerika Serikat setiap tahun.
Tema “From Clean Plates to Clean Cities” menekankan bahwa upaya mengurangi sisa pangan juga berarti menghemat sumber daya yang digunakan dalam proses produksinya. Lahan, air, energi, dan tenaga kerja yang digunakan untuk menghasilkan pangan perlu dihargai dengan mengurangi pangan yang tidak dikonsumsi.
Persoalan pemborosan pangan berlangsung di tengah tantangan ketahanan pangan dunia. FAO dalam laporan SOFI 2026 mencatat sekitar 645 juta orang mengalami kelaparan pada 2025, sementara sekitar 2,1 miliar orang menghadapi kerawanan pangan sedang atau berat.
World Cleanup Day 2026 mendorong pemerintah, dunia usaha, komunitas, sekolah, dan masyarakat mengambil langkah untuk mengurangi pemborosan pangan. Upaya tersebut dapat dilakukan dengan mengambil makanan secukupnya, memanfaatkan pangan yang masih layak konsumsi, serta memilah dan mengolah limbah organik.
Peringatan ini menjadi momentum untuk mengubah kebiasaan dalam mengelola pangan dan sampah di tingkat rumah tangga maupun komunitas. Langkah sederhana tersebut dapat membantu mengurangi timbulan sampah sekaligus mendukung lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....