Hari Pramuka: Dari Kepanduan menuju Gerakan Nasional

  • 13 Agt 2026 11:43 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.D, Banjarmasin - Setiap 14 Agustus, Indonesia memperingati Hari Pramuka. Tanggal tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah kepanduan nasional karena pada 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada masyarakat Indonesia. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyebut Gerakan Pramuka sebagai organisasi pendidikan nonformal yang secara resmi diperkenalkan pada tanggal tersebut.

Gagasan pembentukan Gerakan Pramuka muncul dari keinginan untuk menyatukan berbagai organisasi kepanduan yang berkembang di Indonesia. Setelah kemerdekaan, Presiden Soekarno mengonsolidasikan berbagai organisasi kepanduan agar menjadi satu kekuatan dalam pembinaan generasi muda dan pembangunan nasional.

Langkah tersebut kemudian diperkuat melalui Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka, yang ditetapkan pada 20 Mei 1961. Keputusan ini menjadi dasar pembentukan Gerakan Pramuka sebagai organisasi yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Hal tersebut juga tercantum dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka.

Rangkaian pembentukan Gerakan Pramuka berlanjut hingga 20 Juli 1961. Saat itu, para wakil organisasi kepanduan menyatakan ikrar untuk meleburkan diri ke dalam Gerakan Pramuka. Peristiwa tersebut kemudian dikenal sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka.

Puncaknya berlangsung pada 14 Agustus 1961 di halaman Istana Negara Jakarta. Dalam upacara tersebut, Presiden Soekarno secara resmi memperkenalkan Gerakan Pramuka kepada masyarakat luas sekaligus menganugerahkan Panji Gerakan Pendidikan Kepanduan Nasional Indonesia. Panji tersebut kemudian diserahkan kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Ketua Kwartir Nasional pertama Gerakan Pramuka.

Penganugerahan Panji tersebut ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 448 Tahun 1961 tanggal 14 Agustus 1961. Menurut Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, momentum inilah yang kemudian menjadi dasar ditetapkannya 14 Agustus sebagai Hari Pramuka.

Lebih dari enam dekade kemudian, nilai-nilai kepramukaan tetap memiliki arti penting dalam pembentukan karakter generasi muda. Kemandirian, kedisiplinan, gotong royong, tanggung jawab, cinta tanah air, dan kepedulian terhadap sesama menjadi nilai yang terus diwariskan melalui pendidikan kepramukaan. Karena itu, Hari Pramuka bukan sekadar peringatan sejarah, tetapi juga momentum untuk menguatkan semangat generasi muda dalam berkarya dan mengabdi bagi bangsa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....