Sejarah Hari Krida Pertanian yang Diperingati Setiap 21 Juni
- 20 Jun 2026 13:17 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Hari Krida Pertanian diperingati setiap 21 Juni
- Hari Krida Pertanian bermula dari Konferensi Nasional Pertanian ke-2 di Bogor pada 1960
- Tanggal 21 Juni 1961 awalnya ditetapkan sebagai Hari Tani Nasional
- Pada 1972, Presiden Soeharto menetapkan Hari Tani Nasional menjadi Hari Krida Pertanian
- Hari Krida Pertanian menjadi simbol penghargaan bagi jasa petani
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Hari Krida Pertanian diperingati setiap 21 Juni sebagai momentum untuk mengenang perjuangan para petani sekaligus memperkuat semangat membangun ketahanan pangan nasional. Peringatan ini memiliki sejarah panjang yang berawal dari upaya modernisasi sektor pertanian di Indonesia.
Dilansir dari Kementerian Pertanian, Hari Krida Pertanian bermula dari penyelenggaraan Konferensi Nasional Pertanian ke-2 yang digelar di Bogor pada 1960. Dalam konferensi tersebut, para petani dan pemangku kepentingan membahas berbagai isu strategis, mulai dari modernisasi hingga peningkatan produktivitas pertanian.
Hasil konferensi itu kemudian menetapkan tanggal 21 Juni 1961 sebagai Hari Tani Nasional. Tanggal tersebut dipilih untuk memperingati peresmian Kementerian Pertanian yang dilakukan pada 1946.
Seiring perkembangan waktu, pemerintah melakukan perubahan nama peringatan tersebut. Pada 1972, Presiden Soeharto mencanangkan Hari Tani Nasional menjadi Hari Krida Pertanian.
Perubahan nama ini bertujuan untuk menegaskan pentingnya semangat perjuangan dan prestasi para petani dalam pembangunan nasional. Selain itu, peringatan ini juga menjadi simbol penghargaan terhadap kontribusi sektor pertanian dalam menjaga ketahanan pangan Indonesia.
Hari Krida Pertanian memiliki makna yang mendalam bagi masyarakat Indonesia. Peringatan ini menjadi pengingat akan jasa para petani yang terus bekerja keras memenuhi kebutuhan pangan masyarakat dari waktu ke waktu.
Tidak hanya itu, Hari Krida Pertanian juga menjadi ajakan untuk terus meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian. Dengan demikian, ketahanan pangan nasional dapat terus terjaga dan sektor pertanian semakin maju di masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....