Maraknya Narkoba di Kalsel Akademisi Sabut Keimanan Benteng Utama Melawan
- 19 Jun 2026 14:35 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Pengungkapan 128,7 kilogram sabu oleh Polda Kalimantan Selatan menjadi pengingat bahwa ancaman peredaran narkotika masih membayangi masyarakat, khususnya generasi muda. Di tengah maraknya peredaran barang haram tersebut, akademisi Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mengajak masyarakat memperkuat keimanan dan pendidikan sebagai benteng utama agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba.
Ketua Pusat Studi Kepolisian ULM-Polda Kalsel, Dr Hj Rahmida Erliyani, mengatakan bisnis narkoba masih terus berkembang karena keuntungan besar yang ditawarkan mampu menarik sebagian orang untuk terlibat meski berisiko menghadapi hukuman berat. Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama, baik bagi masyarakat maupun aparat penegak hukum yang terus berupaya memberantas peredarannya.
Rahmida menegaskan generasi muda harus menjauhi narkoba dalam bentuk apa pun. Menurutnya, sekali seseorang terjerumus ke dalam penyalahgunaan narkotika, proses pemulihan tidaklah mudah karena selain merusak kesehatan, juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum yang serius.
Ia menilai penguatan pendidikan, keimanan, serta pemilihan lingkungan pergaulan yang sehat menjadi langkah penting untuk mencegah penyalahgunaan narkotika sejak dini. Dengan memiliki landasan moral dan spiritual yang kuat, generasi muda akan lebih mampu menolak berbagai pengaruh negatif yang mengarah pada penggunaan narkoba.
“Generasi muda diharapkan peduli. Peduli pada diri sendiri, peduli juga pada lingkungan dan sekitarnya,” ujar Rahmida.
Ia juga mengajak masyarakat, khususnya kalangan muda, untuk berani melaporkan apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan sekitar. Menurutnya, kepedulian dan partisipasi masyarakat merupakan kunci penting dalam mencegah meluasnya peredaran narkotika di Kalimantan Selatan.
“Penguatan keimanan, pendidikan, dan lingkungan pergaulan yang sehat menjadi benteng utama generasi muda agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba," katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....