Kasus ISPA Tinggi, Pepelingasih Ingatkan Warga Waspada Dampak Kabut Asap

  • 14 Agt 2026 13:21 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Kebakaran hutan dan lahan di sekitar Banjarmasin menghasilkan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat, terutama selama musim kemarau.
  • Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin mencatat peningkatan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) sebanyak 1.300 orang pada Juni 2026.
  • Masyarakat Banjarmasin perlu meningkatkan kewaspadaan meskipun kabut asap belum setebal di wilayah Gambut dan Banjarbaru.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai dirasakan masyarakat Banjarmasin melalui bau asap yang berpotensi mengganggu kesehatan. Meski kabut asap belum setebal di wilayah Gambut dan Banjarbaru, masyarakat tetap perlu meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Bendahara Umum Pepelingasih Kota Banjarmasin, Hikmah Rohadhatul Aisy, menyebut kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) mencapai sekitar 1.300 orang. Data Dinas Kesehatan Kota Banjarmasin tersebut tercatat pada Juni 2026 dan menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau.

"Jumlah kasus ISPA tadi sudah mencapai angka yang cukup tinggi untuk Kota Banjarmasin," ujar Aisy dalam Program Lingkungan Hidup di RRI Pro 2 Banjarmasin, Jumat, 14 Agustus 2026. “Kebanyakan yang terkena kasus ini adalah orang dewasa yang berkegiatan di luar.”

Menurut Pepelingasih, kabut asap tidak harus terlihat tebal untuk memberikan dampak terhadap kesehatan masyarakat Banjarmasin. Karena itu, penggunaan masker menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan ketika masyarakat beraktivitas di luar rumah.

"Perlu banget untuk menggunakan masker, bahkan penutup lainnya sebagai salah satu bentuk pencegahan ISPA," ujar Anggota Bidang Media Pepelingasih Kota Banjarmasin, Syen Alvasia. “Mau yang lewat daerah-daerah berkabut asap ataupun tidak.”

Selain melindungi diri, masyarakat juga diminta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memperparah karhutla. Membakar sampah maupun membuang puntung rokok sembarangan menjadi kebiasaan yang perlu dihindari selama kondisi lingkungan kering.

Sekretaris Umum Pepelingasih Kota Banjarmasin, Nazwa Rizkia, mengingatkan pencegahan karhutla membutuhkan kepedulian berbagai pihak. Menurutnya, menjaga lingkungan dapat dimulai melalui tindakan sederhana agar kondisi asap tidak semakin memburuk.

Pepelingasih berharap masyarakat Banjarmasin tetap waspada menghadapi dampak kemarau dan karhutla yang masih berlangsung. Penggunaan masker, menjaga kesehatan, serta menghindari aktivitas pemicu kebakaran menjadi langkah bersama untuk mengurangi risiko kesehatan dan lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....