Kemarau Memuncak, Masyarakat Diimbau Tingkatkan Mitigasi

  • 12 Agt 2026 14:59 WIB
  •  Banjarmasin
Poin Utama
  • Musim kemarau mencapai puncaknya pada Agustus hingga September dengan dampak signifikan terhadap kesehatan dan lingkungan masyarakat Kalimantan Selatan.
  • Kebakaran hutan dan lahan di kawasan rawan menjadi pemicu utama timbulnya kabut asap yang mengancam kesehatan masyarakat.
  • Tim Aman Duluan melalui Tasya mengajak masyarakat memahami langkah-langkah mitigasi untuk mengantisipasi berbagai risiko selama musim kemarau.

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Musim kemarau yang berlangsung sejak Juni memasuki puncaknya pada Agustus hingga September dan membawa berbagai dampak bagi masyarakat. Kondisi tersebut tidak hanya memengaruhi lingkungan, tetapi juga kesehatan, terutama di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan.

Salah satu dampak yang mulai dirasakan adalah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah kawasan rawan. Anggota Tim Aman Duluan, Tasya, mengingatkan masyarakat untuk memahami langkah mitigasi agar berbagai risiko selama musim kemarau dapat diantisipasi.

"Kemarau sudah pasti terjadi, jadi tinggal kita saja seperti apa menyikapinya," ujarnya dalam Program Tanggap Bencana RRI Pro 2 Banjarmasin, Rabu, 12 Agustus 2026. "Dengan mengetahui dampak-dampak kemarau, kita bisa menyiapkan langkah sebelum dan saat melewati bulan ini."

Menurut Tasya, sejumlah dampak kemarau yang perlu diwaspadai meliputi karhutla, kekurangan air, infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga kebakaran permukiman. Berbagai persoalan tersebut tidak hanya dipengaruhi kondisi alam, tetapi juga dapat dipicu aktivitas manusia yang kurang berhati-hati.

Masyarakat diimbau tidak membakar sampah, terutama dedaunan kering dan plastik yang mudah memicu api. Puntung rokok juga perlu dibuang pada tempatnya karena kondisi lingkungan yang kering membuat percikan kecil berpotensi memicu kebakaran lahan.

Dalam menghadapi kekurangan air, masyarakat dapat memanfaatkan cadangan air hujan dengan menampungnya selama musim penghujan. Upaya jangka panjang juga dapat dilakukan melalui penanaman pohon dan pembuatan lubang resapan air sederhana di sekitar rumah.

"Semua masalah yang terjadi pada kemarau selama kita siap harusnya dapat diatasi dengan tenang," ujarnya. "Dan tentunya terus menjaga agar kita bukan menjadi penyebab dari bencana yang bisa terjadi saat kemarau."

Kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau perlu dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dalam kehidupan sehari-hari. Menghemat air, menghindari pembakaran sampah, dan menjaga kesehatan menjadi langkah penting untuk menghadapi musim kemarau dengan aman.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....