Kabut Asap Meningkat, Tim Aman Duluan Bagikan Tips Mitigasi

  • 25 Jul 2026 18:24 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan kembali menjadi perhatian masyarakat di Kalimantan Selatan. Tim Aman Duluan mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap, terutama bagi kesehatan dan keselamatan saat beraktivitas.

Imbauan tersebut disampaikan Istiqla Faiha dan Aulia Tasya dalam dialog Pro 2 Tanggap Bencana di RRI Pro 2 Banjarmasin, Rabu, 22 Juli 2026. Menurut Tasya, paparan kabut asap dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan.

“Dampak kabut asap dapat menyebabkan ISPA dan penyakit pernapasan lainnya,” ujar Tasya. “Gejalanya meliputi batuk, radang tenggorokan, sesak napas, hingga asma.”

Selain gangguan pernapasan, masyarakat juga dapat mengalami pusing, sakit kepala, dan tubuh terasa lemas akibat kualitas udara yang menurun. Kabut asap juga berpotensi mengurangi jarak pandang sehingga meningkatkan risiko kecelakaan saat berkendara.

Tasya mengimbau masyarakat menggunakan masker dan kacamata pelindung saat beraktivitas di luar ruangan. Langkah tersebut dinilai dapat membantu mengurangi paparan partikel asap terhadap saluran pernapasan dan mata.

“Bagi yang beraktivitas di luar ruangan atau berkendara. Selain memakai masker juga disarankan menggunakan kacamata pelindung,” ujar Tasya.

Tim Aman Duluan juga meminta kelompok rentan, seperti bayi, balita, ibu hamil, dan lanjut usia, untuk mengurangi aktivitas di luar rumah selama kabut asap masih terjadi. Sementara itu, pekerja lapangan diimbau mempersiapkan perlengkapan pelindung diri sesuai kebutuhan.

Masyarakat juga diminta rutin memantau kualitas udara melalui Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU). Menurut Tasya, ketika nilai ISPU berada pada kisaran 101 hingga 200, kualitas udara telah masuk kategori tidak sehat sehingga aktivitas di luar ruangan perlu dibatasi.

“Kelompok rentan harus lebih waspada dan masyarakat dianjurkan membatasi aktivitas di luar ruangan,” ujar Tasya. “Pada kondisi tersebut, asap semakin pekat, jarak pandang menurun, dan debu mulai beterbangan.”

Untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi kabut asap, masyarakat dapat memantau pembaruan dari BPBD Kota Banjarmasin maupun BMKG. Informasi tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat mengambil langkah antisipasi sesuai kondisi kualitas udara di wilayah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....