Candaan Bernuansa Seksual Dinilai sebagai Pelecehan Verbal
- 28 Jul 2026 20:11 WIB
- Banjarmasin
Poin Utama
- Candaan bernuansa seksual termasuk bentuk kekerasan seksual
- Sekolah dan kampus perlu membangun budaya komunikasi yang sehat
- Pencegahan dimulai dari perubahan perilaku sehari-hari
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Candaan, rayuan, maupun komentar bernuansa seksual tidak lagi dapat dianggap sebagai gurauan biasa karena termasuk bentuk kekerasan seksual. Perubahan cara pandang terhadap pelecehan verbal dinilai penting agar lingkungan pendidikan menjadi ruang yang aman, nyaman, dan saling menghormati.
Hal tersebut disampaikan Dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Antasari, Dr. Hj. Norlaila, M.Ag., M.Pd., dalam Dialog Pengarusutamaan Gender di RRI Pro1 Banjarmasin, Senin, 27 Juli 2026. Menurutnya, perilaku tersebut masih kerap ditemukan di lingkungan pendidikan dengan alasan kedekatan pertemanan atau budaya bercanda.
“Perkataan yang mengandung unsur seksual, siulan, rayuan, maupun candaan yang melecehkan sudah masuk kategori kekerasan seksual,” ujar Dr. Hj. Norlaila. “Tidak harus menyentuh fisik untuk disebut sebagai pelanggaran.”
Ia menjelaskan, budaya komunikasi di lingkungan pendidikan perlu dibangun dengan menjunjung tinggi martabat setiap individu. Guru, dosen, maupun mahasiswa memiliki tanggung jawab menciptakan suasana belajar yang aman melalui tutur kata yang santun dan saling menghargai.
“Kalau ingin menghidupkan suasana, gunakanlah kata-kata yang baik. Tidak perlu memakai candaan yang mengarah pada pelecehan atau merendahkan orang lain,” katanya.
Norlaila menambahkan, lembaga pendidikan juga perlu memiliki sistem pencegahan dan penanganan kekerasan seksual yang berjalan efektif. Aturan yang jelas, edukasi berkelanjutan, serta mekanisme pelaporan yang mudah diakses akan memperkuat perlindungan bagi seluruh warga sekolah maupun perguruan tinggi.
“Lingkungan pendidikan harus menjadi tempat yang aman untuk belajar, bukan ruang yang menimbulkan rasa takut,” ujar Dr. Hj. Norlaila. “Semua pihak memiliki tanggung jawab untuk menciptakan budaya saling menghormati dan bebas dari kekerasan seksual.”
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....