Masa Libur Sekolah Distribusi Program MBG Disesuaikan
- 27 Jun 2026 20:50 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin - Memasuki masa libur sekolah, Badan Gizi Nasional (BGN) secara resmi menyesuaikan jadwal operasional distribusi program Makan Bergizi Gratis atau MBG. Di Kalimantan Selatan, proses penyesuaian ini telah berjalan di berbagai tingkatan penerima manfaat.
Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Program Gizi atau SPPG Kalimantan Selatan, Siti Fatimah mengatakan bahwa instruksi ini berjalan berdasarkan Surat Edaran Nomor 12 yang dikeluarkan oleh Badan Gizi Nasional. Aturan tersebut menginstruksikan seluruh SPPG untuk tidak memproduksi dan menyalurkan MBG kepada seluruh kelompok penerima manfaat, mulai dari peserta didik, tenaga pengajar, hingga kelompok 3B.
"Jadi selama libur sekolah tidak ada kegiatan operasional. Kemudian juga tidak ada pembayaran insentif SPPG," ujar Siti Fatimah kepada awak media.
Momentum liburan sekolah ini sekaligus menjadi langkah evaluasi untuk jalannya proses MBG di tingkat daerah. Siti Fatimah menyatakan hal ini dilakukan guna memastikan pelayanan gizi bagi penerima manfaat dapat lebih baik lagi ke depannya.
"Kita akan melakukan pengecekan dan monitoring program hingga saat ini. Di Kalsel sendiri kita harapkan proses evaluasi ini bisa berjalan dengan baik," katanya.
Ia menjelaskan bahwa fokus pada tahun ini salah satunya adalah perbaikan sarana dan prasarana untuk dapur SPPG. Selain itu, peningkatan manajemen internal juga dilakukan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.
Di lapangan, kebijakan ini sudah mulai berjalan di tingkat satuan pendidikan, salah satunya di SMP Negeri 10 Banjarmasin, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Kepala SMP Negeri 10 Banjarmasin, Suriasa menyebutkan distribusi MBG di sekolahnya kini sudah turut diliburkan.
"Aktivitas belajar sudah libur. Jadi kami informasikan juga kepada pihak dapur sehingga MBG juga ikut libur," ucapnya.
Sementara itu, untuk akses distribusi kembali dijadwalkan akan berlangsung saat tahun ajaran baru dimulai pada tanggal 13 Juli 2026. Dengan demikian, sebanyak 450 paket makanan untuk siswa dan tenaga pengajar di sekolah tersebut akan kembali disalurkan.
Masa jeda program MBG ini diharapkan menjadi momentum untuk pembenahan jalannya program selama satu tahun berjalan. Langkah ini sekaligus bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta mutu pelayanan gizi yang lebih baik bagi masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....