Literasi Digital Jadi Kunci UMKM Hadapi Persaingan Ketat
- 25 Apr 2026 14:39 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Kesenjangan kemampuan atau skill gap dalam mengelola platform digital masih menjadi tantangan terbesar bagi jutaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Kondisi ini dinilai menghambat optimalisasi potensi ekonomi digital yang terus berkembang pesat.
Social Media Specialist sekaligus content creator, Rizky Cipta Anugerah, dalam program “Ekonomi Digital” di RRI Pro1 Banjarmasin, Jumat, 24 April 2026, menegaskan bahwa meskipun seluruh pelaku usaha sepakat digitalisasi mampu meningkatkan omzet, banyak yang masih belum mampu memanfaatkannya secara optimal. Hal ini disebabkan minimnya literasi strategi konten.
Rizky memaparkan bahwa sekitar 38 persen konsumen di Indonesia saat ini selalu melakukan riset produk melalui media sosial sebelum melakukan transaksi. Fenomena ini menunjukkan bahwa reputasi digital sebuah merek menjadi faktor penentu daya saing bisnis di era digital.
Ia menggarisbawahi bahwa hambatan utama UMKM bukan terletak pada keterbatasan modal atau perangkat, melainkan pada ketidakmampuan membaca data dan tren pasar. Hal tersebut berdampak pada rendahnya efektivitas strategi pemasaran yang dijalankan.
Rizky juga menyebut masih banyak pelaku usaha yang mengeluh sepi pembeli meski rutin mengunggah konten setiap hari. Kondisi itu terjadi karena konten yang diproduksi tidak memiliki kedekatan emosional dan belum mampu membangun kepercayaan audiens.
| Baca juga: Strategi Media Sosial Jadi Kunci UMKM Sukses |
Untuk mengatasi hal tersebut, ia mendorong pelaku UMKM mengadopsi teknik soft selling melalui pendekatan edukatif. Konsumen saat ini cenderung menghindari iklan yang bersifat memaksa dan lebih memilih konten yang memberikan solusi atau nilai tambah.
Selain aspek kreatif, Rizky menekankan pentingnya pemanfaatan fitur insight pada platform media sosial. Pemahaman terhadap waktu unggah yang efektif serta jenis konten yang paling responsif menjadi bagian penting dalam meningkatkan konversi penjualan.
Lebih lanjut, ia menyoroti tren live streaming yang semakin mendominasi perilaku belanja masyarakat Indonesia pada 2026. UMKM diharapkan adaptif terhadap perubahan platform dan terus bereksperimen dengan berbagai format konten, mulai dari video pendek hingga interaksi langsung.
Rizky mengajak seluruh pemangku kepentingan memperkuat pendampingan literasi digital bagi UMKM di daerah. Dengan pemahaman digital yang baik, pelaku usaha diharapkan tidak hanya menjadi objek pasar, tetapi juga mampu menjadi pelaku utama dalam pertumbuhan ekonomi lokal dan nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....