Pengembangan Seni Daerah di Kalangan Pelajar Perkuat Identitas Budaya
- 20 Apr 2026 15:56 WIB
- Banjarmasin
RRI.CO.ID, Banjarmasin – Pengembangan seni daerah di kalangan pelajar menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga keberlangsungan budaya lokal. Di tengah perkembangan era digital, pelajar diharapkan mampu mengembangkan seni daerah sebagai bagian dari identitas bangsa.
Hal tersebut disampaikan oleh Risa Nurhayati, M.Pd dan Iin Al Mansyur dalam acara Ragam Budaya Suluh Banua, Minggu, 19 April 2026 di RRI Pro4 Banjarmasin. Keduanya menekankan pentingnya peran pendidikan dalam menumbuhkan kecintaan terhadap seni budaya lokal sejak dini.
Risa Nurhayati menegaskan bahwa sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk karakter sekaligus menanamkan kecintaan terhadap seni daerah. Salah satu upaya yang dilakukan melalui ajang Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS3N), yang diikuti oleh siswa dari jenjang SD hingga SLB.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar akademik,” ujarnya. “Sekolah juga menjadi ruang pembentukan karakter, termasuk dalam menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal, baik melalui pramuka maupun FLS3N.”
Ia juga mengungkapkan bahwa integrasi seni daerah dalam kurikulum dan kegiatan ekstrakurikuler dapat menjadi langkah konkret dalam memperkenalkan budaya kepada pelajar. Dengan pendekatan kreatif, seni daerah dapat dikemas lebih menarik dan relevan bagi generasi muda.
“Selain pramuka, kami juga memiliki komunitas seperti teater, bakisah Bahasa Banjar, panting, dan puisi,” ucapnya. “Kegiatan ini menjadi persiapan siswa untuk mengikuti berbagai event atau lomba seni.”
Sementara itu, Iin Al Mansyur menilai kolaborasi antara sekolah, komunitas, dan pemerintah sangat diperlukan dalam pengembangan seni daerah. Menurutnya, upaya yang terintegrasi dapat mendorong pelajar menjadi pelaku aktif dalam pelestarian budaya.
“Jika semangat anak menurun saat latihan, kami beri jeda dan melakukan pendekatan secara perlahan,” ujarnya. “Dukungan orang tua juga sangat penting agar kegiatan positif ini dapat terus berjalan.”
Ia menambahkan, proses pembinaan seni tidak lepas dari berbagai tantangan, terutama dalam menjaga konsistensi dan semangat belajar anak. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan personal agar pembelajaran tetap efektif sekaligus menumbuhkan minat pelajar terhadap seni budaya lokal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....