Gerakan Aksi Remaja Perkuat Pencegahan Stunting di Balangan

  • 11 Feb 2026 19:58 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarmasin - Upaya pencegahan stunting di Kabupaten Balangan terus diperkuat melalui Gerakan Aksi Remaja Keluarga Berkualitas. Program ini menyasar kelompok remaja, ibu hamil, serta calon pengantin sebagai bagian dari strategi intervensi sejak dini.

Kegiatan tersebut digelar oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Selatan bekerja sama dengan DP3AKB Provinsi Kalsel serta DP3A P2KB PMD Kabupaten Balangan. Acara berlangsung di Aula Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Paringin, Selasa, 10 Februari 2026.

Ketua DWP Provinsi Kalimantan Selatan, Masrupah Syarifuddin, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk inovasi organisasi dalam memperluas peran sosial kemasyarakatan. Ia menegaskan kolaborasi lintas instansi menjadi kunci dalam mendukung program pencegahan stunting.

"Kami ingin menghadirkan inovasi melalui kolaborasi dengan DP3AKB Provinsi Kalsel. Program ini menyasar remaja, ibu hamil, dan calon pengantin sebagai bagian dari upaya pencegahan stunting," katanya.

Masrupah berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan. Ia juga mendorong dukungan dari pemerintah kabupaten dan berbagai pihak agar manfaat program semakin luas dirasakan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana DP3AKB Provinsi Kalsel, Musyridyansyah, menegaskan percepatan penurunan stunting memerlukan kerja bersama lintas sektor. Ia menyebut sinergi antarlembaga sangat diperlukan agar intervensi berjalan efektif.

"Stunting merupakan tanggung jawab bersama. Upaya percepatan dilakukan secara terpadu melalui Tim Percepatan Penurunan Stunting dari tingkat provinsi hingga desa," ujarnya.

Selain itu, Kepala DP3A P2KB PMD Kabupaten Balangan, Rahmadi, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut di daerahnya. Ia menyampaikan tren penurunan angka stunting di Balangan menunjukkan hasil yang positif.

"Kami berharap kegiatan ini semakin memperkuat upaya penurunan stunting di Balangan dan menjaga tren penurunan yang sudah terjadi," katanya.

Rahmadi menyebut angka stunting di Kabupaten Balangan pada 2025 tercatat turun hingga 14 persen. Capaian ini diharapkan dapat terus ditekan melalui kolaborasi dan intervensi berkelanjutan.

Kegiatan ini juga dirangkai dengan penyaluran paket sembako kepada sejumlah keluarga berisiko stunting di Desa Lasung Batu. Bantuan tersebut menjadi bentuk dukungan konkret dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Balangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....