Semester 1 2026,Tren Positif Berhasil Ditorehkan PT.KA
- 05 Jul 2026 18:41 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Semester I 2026 diwarnai penguatan layanan yang dekat dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Kereta Petani Pedagang di lintas Rangkasbitung–Merak melayani 26.074 pelanggan sepanjang Januari–Juni 2026. Sejak melayani lintas tersebut pada 1 Desember 2025, layanan ini telah dimanfaatkan 30.189 pelanggan.
Kereta Petani Pedagang merupakan karya Balai Yasa Surabaya Gubeng yang disiapkan untuk memberi ruang perjalanan lebih tertata bagi petani, pedagang, dan masyarakat yang membawa hasil bumi maupun barang dagangan. Layanan ini mendukung pelanggan yang menggantungkan mobilitas hariannya pada kereta api untuk bekerja, berdagang, dan menjalankan aktivitas ekonomi keluarga.
Pada layanan Ekonomi Kerakyatan, KAI mencatat total 56.908 pelanggan sepanjang 2026. Jumlah tersebut terdiri atas 24.398 pelanggan pada KA tambahan relasi Lempuyangan–Pasarsenen dan Pasarsenen–Lempuyangan selama masa Angkutan Lebaran periode 11 Maret–5 April 2026, serta 32.510 pelanggan pada KA Cikuray relasi Garut–Pasarsenen dan Pasarsenen–Garut selama periode 11–30 Juni 2026.
“Kereta Petani Pedagang dan Kereta Ekonomi Kerakyatan lahir dari kebutuhan masyarakat yang sangat riil. Ada pelanggan yang membawa hasil produksi, barang dagangan, perlengkapan usaha, dan kebutuhan perjalanan harian. KAI ingin layanan seperti ini terus memberi ruang yang tertib, aman, dan bermanfaat bagi aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin kepada awak media, Minggu 5 Juli 2026.
Pada agenda keberlanjutan, KAI memperkuat transformasi energi melalui pemanfaatan biodiesel secara bertahap menuju B50. Langkah ini menjadi bagian dari peta jalan dekarbonisasi 2025–2030, dengan potensi kontribusi pengurangan emisi mencapai 133.676 ton CO₂e. KAI memastikan kesiapan sarana dan operasional tetap menjadi perhatian utama agar transformasi energi berjalan aman, terukur, dan mendukung keandalan layanan.
Selain penguatan layanan perjalanan dan barang, KAI juga mengembangkan pendapatan di luar tiket melalui pemanfaatan aset dan ruang komersial stasiun. Inisiatif seperti Space by KAI, aktivasi area stasiun, pengembangan tenant, dan kerja sama komersial diarahkan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan sekaligus memberi ruang bagi pelaku usaha dan mitra bisnis.
Bobby mengatakan, stasiun memiliki peran yang semakin luas sebagai simpul transportasi, ruang layanan publik, ruang komersial, dan titik aktivitas masyarakat. Pengembangan area stasiun dapat memberi nilai tambah bagi pelanggan, membuka peluang usaha, serta memperkuat ekonomi di sekitar kawasan stasiun.
“KAI melihat stasiun sebagai bagian penting dari ekosistem perjalanan. Pelanggan membutuhkan akses yang baik, fasilitas yang nyaman, layanan yang mudah, dan ruang yang memberi nilai tambah. Karena itu, penguatan layanan, digitalisasi, keselamatan, logistik, ekonomi rakyat, energi rendah emisi, dan pengembangan ruang stasiun kami jalankan sebagai satu agenda transformasi,” ujar Bobby.
KAI menyampaikan apresiasi kepada pelanggan, pemerintah, mitra kerja, komunitas, dan masyarakat yang terus mendukung layanan kereta api. Pada Semester II 2026, KAI akan terus menjaga keselamatan, meningkatkan kualitas layanan, memperkuat integrasi antarmoda, mengembangkan layanan barang, serta memperluas manfaat ekonomi kereta api bagi masyarakat.
“Terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah menjadikan kereta api sebagai bagian dari perjalanan sehari-hari. KAI Group akan terus menjaga kepercayaan ini melalui layanan yang semakin aman, nyaman, mudah diakses, dan memberi manfaat luas bagi masyarakat serta perekonomian Indonesia,” tutup Bobby.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....