Kereta Batara Kresna Rp4.000,menuju Pasar Jamu Nguter

  • 26 Jun 2026 20:06 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Ada banyak cara untuk menghabiskan akhir pekan. Bagi sebagian orang, perjalanan singkat menuju suasana pedesaan menjadi cara sederhana untuk memulihkan energi. Di Kabupaten Sukoharjo, pengalaman itu dapat ditemukan di Nguter, sebuah kawasan yang lekat dengan aroma empon-empon, racikan herbal, pasar tradisional, dan cerita panjang para perajin jamu.

Di kawasan inilah Stasiun Pasarnguter berdiri. Ukurannya memang kecil, tetapi posisinya memiliki arti besar bagi warga sekitar. Stasiun ini menjadi akses terdekat menuju Pasar Jamu Nguter, sentra jamu tradisional yang dikenal luas sebagai salah satu pusat perdagangan jamu, tanaman herbal, dan bahan empon-empon di Indonesia.

Keberadaan Stasiun Pasarnguter memberi warna berbeda bagi perjalanan kereta api. Pelanggan yang turun di stasiun ini dapat melanjutkan perjalanan menuju area pasar untuk menikmati seduhan jamu, melihat aktivitas pedagang, hingga mengenal rantai ekonomi rakyat yang hidup dari pengetahuan turun-temurun tentang tanaman herbal.

Nguter memiliki ikatan kuat dengan budaya jamu. Banyak perajin dan pedagang jamu gendong lahir dari kawasan ini, lalu merantau ke berbagai daerah membawa racikan tradisional Jawa. Dari botol-botol jamu, bakul dagangan, hingga rempah yang diseduh hangat, Nguter menyimpan cerita tentang ketekunan, ekonomi keluarga, dan peran perempuan dalam menjaga pengetahuan tradisional.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, Stasiun Pasarnguter memiliki nilai strategis karena berada dekat dengan simpul ekonomi lokal dan destinasi budaya yang khas. “Stasiun Pasarnguter memiliki karakter yang sangat kuat karena terhubung dengan kehidupan masyarakat Nguter. Di sekitar stasiun, ada pasar jamu, perajin, pedagang, keluarga, dan wisatawan yang semuanya menjadi bagian dari perputaran ekonomi daerah. KAI ingin layanan kereta api hadir dekat dengan kebutuhan masyarakat seperti ini,” ujar Anne kepada awak media, Jumat 26 Juni 2026.

Nilai strategis Nguter juga terlihat dari data wilayahnya. Berdasarkan publikasi BPS Kecamatan Nguter Dalam Angka 2025, Kecamatan Nguter memiliki 56.015 penduduk. Dari jumlah tersebut, 37.997 jiwa berada pada kelompok usia produktif 15–64 tahun. Artinya, sebagian besar penduduk Nguter berada pada rentang usia yang aktif bekerja, berdagang, bertani, merantau, dan menjalankan usaha keluarga.

Aktivitas ekonomi itu ditopang pula oleh potensi pertanian dan biofarmaka. BPS mencatat produksi cabai rawit di Kecamatan Nguter mencapai 1.240 kuintal, produksi kunyit mencapai 287.500 kg, serta produksi mangga mencapai 13.530 kuintal. Data ini memperlihatkan bahwa Nguter memiliki basis ekonomi yang dekat dengan pasar tradisional, hasil bumi, dan komoditas herbal.

“Ketika sebuah stasiun berada dekat dengan pusat aktivitas warga, manfaatnya terasa luas. Ada pedagang yang lebih mudah bepergian, keluarga yang memiliki pilihan transportasi terjangkau, dan wisatawan yang dapat menjangkau destinasi lokal dengan lebih praktis. Inilah peran kereta api dalam membuka akses ekonomi skala mikro,” kata Anne.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....