Pasca Libur Lebaran, Kunjungan Wisatawan ke Garut Meningkat 60 Persen
- 01 Apr 2026 19:16 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut melalui Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Garut, Beni Yoga Gunasantika, mengklaim, jika dari kondisi umum kunjungan wisata pada pasca lebaran 2026 di sejumlah objek wisata Pantai di Wilayah Garut Selatan meningkat 60% dari tahun sebelumnya.
" Secara umum kunjungan wisatawan ke sejumlah objek wisata pantai dari mulai santolo, sayang Heulang,karangpapak hingga rancabuaya mengalami kenaikan hingga 60 persen," katanya, di Garut, Rabu, 1 April 2026.
Namun demikian menurut Beni, masih banyak yang perlu dibenahi khususnya terkait masalah kemanan dan kenyamanan pengunjung." Kami akui masih banyak yang harus dibenahi khususnya masih kerap terjadi pungli oleh yang tidak bertannggung jawab,"katanya.
Ia mengatakan, dari sisi keamanan sudah dimaksimalkan termasuk kordinasi dengan aparat kepolisian dan institusi terkait lainnya. "Nah saya kira dari sisi keamanan kita sudah maksimal, dari sisi kebersihan juga kita sudah memaksimalkan pasukan kita, untuk kebersihan dengan LH juga sudah ada komunikasi, namun kan masih ada kebocoran-kebocoran," ujarnya.
Ia menyampaikan permohonan maafnya kepada masyarakat bahwa pelayanan ditempat wisata masih terjadi keributan, tentu tidak sesuai yang diharapkan masyarakat Garut. "Tentu kami juga mohon maaf ya, kita belum menjalankan harapan masyarakat sesuai dengan apa yang diharapkan. Kita sedang memaksimalkan pelayanan kita, tapi secara umum kondisinya masih terkendali," lanjutnya.
Ia mengatakan, memang harga tiket itu diangka Rp20 ribu per orang, jika boncengan berarti Rp40 ribu, dan parkir motor Rp5 ribu, jadi totalnya Rp45 ribu.
"Nah kemarin kan terjadi memang kan ini hanya salah persepsi saja sebetulnya. Jadi memang kaitan dengan harga 45, itu memang 45 begitu ya. Jadi harga perorangnya itu di retribusi khusus kan 20 ribu. Nah kalau pakai motor boncengan ya berarti 40 ribu, ya dihitung per orang, parkir motor 5 ribu," jelas Beni.
Namun, menurutnya, kondisi kemarin sempat mengalami kehabisan tiket atau karcis, sehingga ada kesalahpahaman ketika memberikan tiket baru. "Ini sedang ada peralihan karcis, pembuatan karcis tambahan, ini sementara karcis yang ada ini memang salahnya. Nah itu harganya kan juga tidak disesuaikan dengan karcis yang diberikan," katanya.
Maka dari itu, ini menjadi PR bagi Disparbud sendiri untuk memperbaiki internal management, termasuk konsolidasi dengan masyarakat dilingkungan Sayang Heulang. "Mudah-mudahan ini pelajaran bagi kita semua ya, terutama bagi saya ini kan hal yang sangat baru, jadi mudah-mudahan nanti ke depan kondisi-kondisi ini bisa lebih dikendalikan," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....