Selama Libur Lebaran 7000 Lebih Wisatawan Kunjungi D'Castello

  • 29 Mar 2026 20:57 WIB
  •  Bandung

RR.CO.ID, Subang - Selama libur Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi, jumlah kunjungan wisatawan ke Floraeosara D'Castello Ciater Subang mencapai 7 ribu lebih wisatawan. Angka kunjungan wisatawan ini, jauh lebih rendah dibandingkan kanjungan wisatawan di lebaran tahun-tahun sebelumnya. Hal itu disampaikan Bagian Administrasi, dan Bagian Lapangan Florawisata D'Castello Ciater Subang Tri Santa Sitepu kepada RRI di Subang, Minggu 29 Maret 2026.

Rata-rata kunjungan wisatawan perhari kata dia, mencapai 700 lebih pengunjung, dan puncaknya terjadi pada H plus 2 Lebaran yang mencapai 1.300 wisatawan. Menurutnya penurunan kunjungan wisatawan tersebut, karena ada beberapa kebijakan pemerintah tentang pendeknya cuti bersama ASN yang hanya sampai H plus 3 Lebaran, kemudian kebijakan pemerintah tentang efesiensi anggaran, dan juga larangan tentang studi tour anak sekolah, meski tidak begitu berpengaruh terhadap jumlah kunjungan di libur Lebaran ini.

"Tetapi setidaknya, secara umum larangan studi tour, dan efesiensi anggaran, dan pendeknya cuti bersama Lebaran tahun ini, berdampak signifikan terhadap menurunnya angka kunjungan wisatawan tersebut, khususnya ke Florawisata D'Castello," terang Tri Santa Sitepu.

Turunnya jumlah kunjungan wisatawan tersebut, lanjut ia, tak hanya di alami oleh Florawisata D'Castello, tetapi hampir seluruh destinasi wisata yang ada di wilayah Kecamatan Ciater Kabupaten Subang, rata-rata merasakan imbas kebijakan pemerintah tersebut. Meski selama ini, koordinasi secara rutin dilakukan oleh Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Subang, terkait dengan kondisi sektor pariwisata yang terus mengalami keterpurukan.

"Kendati kita terus secara inten melakukan koordinasi, dengan Disparpora Kabupaten, tetapi tidak ada solusi, terkait upaya mengembalikan tingkat kunjungan," ujarnya.

Ia berharap, ada kebijakan pemerintah, yang setidaknya dapat memberikan perubahan, atau peningkatan kembali kunjungan wisatawan ke Kabupaten Subang khususnya. Tri Santa Sitepu menambahkan, lemahnya dukungan dari pemerintah saat ini terhadap perkembangan sektor kepariwisataan, yang membuat pengelola destinasi wisata kesulitan untuk berinovasi, semakin menambah keterpurukan nasib sejumlah destinasi wisata, meski promosi gencar dilakukan, diberbagai platform media, tetapi hasilnya kurang memuaskan.

"Yang dibutuhkan pengelola destinasi wisata saat ini, yakni pengembangan wahana wisata, atau membangun wahana wisata baru, agar menarik minat para wisatawan untuk kembali berkunjung. Karena dengan fasilitas yang ada, membuat para wisatawan bosan untuk berkunjung kedua atau ketiga kalinya. Berbeda jika ada fasilitas yang baru, bisa menjadi magnet, bagi para wisatawan untuk kembali berkunjung," tandas dia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....