Perlakuan Pariwisata Sebut, Larangan Studi Tour Turunkan Kunjungan Wisatawan
- 01 Mar 2026 22:05 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Subang - Turunnya tingkat kunjungan wisatawan di Jawa Barat, yang dikeluhkan hampir dua tahun terlahir ini oleh sejumlah pengelola objek wisata di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Subang. Salah satunya diungkapkan pengelola Florawisata Bunga D'Castello Ciater Subang., yang sudah hampir dua tahun terlahir ini, mengalami penurunan kunjungan wisatawan hingga 50 persen.
Divisi Marketing Florawisata D'Castello Agus Muhammad Alif mengatakan, untuk itu pihaknya terus berupaya menciptakan inovasi baru, dan gencarkan peomosi, agar minat wisatawan yang berkunjung ke Florawisata D'Castello kembali meningkat. Mulai dari mengratiskan tiket masuk, terhadap pengunjung yang lahir, dan menikah di setiap bulan kunjungan, menambah sejumlah wahana permainan, serta bekerjasama dengan sejumlah perusahaan.
"Alhamdulillah, hasilnya cukup menggembirakan, setiap momen libur panjang, dan libur akhir pekan, wisatawan mulai terlihat ada perkembangan peningkatan kunjungan meski belum sepenuhnya memuaskan pihak management, tetapi setidaknya ada sedikit perubahan sejak diberlakukannya larangan studi tour tersebut," ungkap Agus kepada RRI di Subang, Minggu 1 Maret 2026.
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PDI Perjuangan Bayu Satria Prawira menyebut, penyebab turunnya jumlah wisatawan ke Jawa Barat pada umumnya, khususnya ke Kabupaten Subang, bukan dampak darii adanya surat edaran Gubernur Jawa Barat, tentang larang study tour, tetapi ada beberapa hal yang belum bisa dilakukan oleh sejumlah pengelola objek wisata. Penyebab turunnya tingkat kunjungan wisatawan tersebut, menurut dia, larangan study tour hanya sebagian kecilnya saja.
Padahal lanjut ia, ada yang lebih besar yakni persoalan lemahnya promosi dan penataan serta inovasi yang dilakukan pihak pengelolaan objek wisata,. Jika promosinya efektif, dan inovasinya brilian, maka wisatawan akan tertarik untuk berkunjung.
"Hal ini sudah kami lakukan survei dan melakukan kunjungan-kunjungan ke sejumlah objek wisata yang ada di Jawa Barat, rata-rata kelemahannya di promosi, penataan dan inovasi. Justru study tour hanya sebagian kecilnya saja," ungkap Bayu.
Dia menilai, kebijakan Gubernur tentang larangan study tour, sangat tepat. Karena study tour hakikatnya, hanya dimanfaatkan oleh segelintir oknum yang mencari keuntungan , sedangkan manfaat buat sekolah, dan para peserta didik tidak ada sama sekali.
"Dari sisi itulah, Gubernur ingin menghilangkan study tour di sekolah-sekolah saat ini. Saya rasa pak Gubernur tidak ada niat ataupun maksud melemahkan sektor pariwisata, dengan menghapus study tour tersebut," tegasnya.
Apabila larangan study tour dianggap memiliki dampak yang signifikan terhadap menurunnya kunjungan wisatawan di Jawa Barat. Tetapi secara umum tingkat kunjungan wisatawan di Jawa Barat menunjukan trend peningkatan, yang cukup membanggakan Komisi II DPRD Jawa Barat.
"Pemprov sendirikan memiliki objek wisata Tahura yang dikelola Pemda, nyatanya tidak terpengaruh oleh larangan study tour yang sudah berjalan selama dua tahun ini," tandas Bayu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....