Wisatawan Menurun, Kadisparbud : Target PAD Tak Tercapai

  • 28 Jan 2026 15:14 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut melalui Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) terus berupaya melakukan pemetaan strategi guna menggenjot target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Kepala Disparbud Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika mengatakan, banyak pertimbangan teknis institusinya selama ini tidak pernah mencapai target PAD.

"Rendahnya kemampuan ekonomi masyarakat dalam situasi saat ini diduga menjadi salah satu indikator sepinya minat pengunjung untuk berwisata. Jika diakumulasikan tingkat kunjungan wisatawan dalam beberapa tahun ini mengalami penurunan sehingga hal itu cukup berpengaruh terhadap capaian target PAD,"ujarnya.

Ia menyampaikan, hasil evaluasi pendapatan PAD ditahun lalu hanya tercapai 71 persen dari 2,2 miliar rupiah yang ditargetkan pemerintah. "Banyak faktor tehnis yang menyebabkan tidak tercapainya target PAD dari sejumlah objek wisata yang kami kelola,"katanya.

Baca juga:E-Tiketing, Pengelola Wisata : Kurangi Beban Kerja

Ia mengatakan, untuk target PAD ditahun 2026 ini, naik sekitar 15 persen menjadi 2,8 miliar rupiah dari 2,2 miliar rupiah dari tahun sebelumnya. "Kami mencoba untuk melakukan berbagai pemetaan strategi agar target PAD tahun ini bisa tercapai,"ujarnya.

Ia mengatakan, pihaknya saat ini tengah mencoba melakukan berbagai analisis strategi. Ada beberapa opsi analisis yang sedang dikaji diantaranya melalui peningkatan PAD atau mendorong peningkatan Pendapatan Daerah Regional Bruto (PDRB)."Ada beberapa opsi analisis yang bisa diimplementasikan untuk mendongkak pendapatan PAD tersebut,"katanya.

Ia menyampaikan, perbaikan sistem tiketing dari manual menjadi tiketing sistem elektronik (e-tiketing) juga dinilai menjadi salah satu solusi yang ditawarkan untuk menggenjot PAD dari sektor pariwisata.

 "Dikarenakan komposisi anggaran APBD untuk pariwisata terbatas, maka harus mencari alternatif lain guna memenuhi capaian target PAD dan juga untuk penambahan sarana prasarana yang selama.ini menjadi keluhan pengelola dan wisatawan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....