Antisipasi Kecurangan, Pemkab Terapkan E-Ticketing Objek Wisata
- 28 Jan 2026 14:55 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Garut - Pemerintah Kabupaten Garut tengah melakukan evaluasi terhadap pemberlakuan tiket masuk wisata dengan sistem e-ticketing yang sudah diterapkan di sejumlah objek wisata khususnya di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata dan Budaya (Disparbud) Pemkab Garut. Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Kabupaten Garut, Beni Yoga Gunasantika mengatakan, objek wisata yang sudah dilakukan ujicoba dengan sistem e-ticketing ini diantaranya Wisata Situ Bagendit dan Candi Situ Cangkuang Leles.
"Sementara untuk objek wisata pantai Santolo dan Sayangheulang diwilayah garut selatan saat ini masih dalam tahap konsolidasi dengan pengelola objek wisata setempat. Pemberlakukan e-ticketing ini harus ada kesepahaman dari seluruh pihak terkait agar tidak bermasalah dikemudian hari,"katanya, di Garut, Rabu, 28 Januari 2026.
Ia menyampaikan, diharapkan dalam waktu dekat sudah ada kesepakatan dari hasil konsolidasi yang dilakukan. Sehingga jelang libur lebaran yang tinggal beberapa bulan lagi, seluruh objek wisata di Garut sudah bisa menerapkan tiket masuk sistem e-ticketing tersebut. "Mudah-mudahan sudah ada kesepahaman semua pihak khususnya objek wisata pantai di Garut selatan, sehingga e-ticketing sudah bisa mulai diberlakukan,"ujarnya.
Baca juga:Rawan Premanisme, Disparbud Telusuri Objek Wisata Bermasalah
Ia menyampaikan, banyak pertimbangan positif dalam aplikasi e-ticketing ini, diantaranya pendapatan bisa terstruktur dan menghindari praktik kenalan pegawai di loket masuk. Namun yang terpenting, diharapkan dengan e-tiketing ini bisa mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Banyak isu negatif yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini dalam hal pengelolaan tiket wisata yang melibatkan petugas piket dengan wisatawan. Sehingga dengan e-ticketing ini diharapkan bisa menghindari praktik kenakalan karyawan petugas jaga loket di sejumlah objek wisata,"katanya.
Ia mengatakan, pihaknya secara bertahap terus melakukan evaluasi dan upaya pembenahan disektor pariwisata baik diinternal maupun persoalan eksternal. Untuk itu maka diperlukan pengkajian mendalam terhadap berbagai permasalahan yang muncul selama ini guna mencari solusi terbaiknya.
"Kami juga tentunya melakukan koordinasi dengan melibatkan komponen masyarakat terkait lainnya, guna mencari solusi dari berbagai persoalan yang mengemuka selama ini. Karena untuk menyelesaikan berbagai persoalan krusial disektor pariwisata ini tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah tetapi harus melibatkan komponen lainnya,"tuturnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....