Dampak “Larangan Study Tour” Kunjungan Objek Wisata Turun

  • 21 Des 2025 12:02 WIB
  •  Bandung

KBRN, Tasikmalaya : Pengelola objek wisata mengeluhkan kunjungan wisatawan di Kota Tasikmalaya yang turun drastis. Penurunan kunjungan ini, dirasakan setelah adanya larangan “study tour” yang dikeluarkan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Diki Purnama pengelola Teejay Waterpark mengaku, pasca adanya kebijakan itu, kunjungan wisata, terutama siswa turun hingga 50 persen. Termasuk di masa libur sekolah saat ini.

“Sepi pak, biasanya sebelum ada larangan tersebut, di awal libur sekolah ini sudah banyak yang reservasi. Tapi sekarang tidak ada,” katanya, Minggu (21/12/2025).

Meski larangan hanya untuk “study tour” luar kota, namun sebagian besar sekolah kata Diki, banyak yang menganggap larangan itu berlaku penuh baik wisata sekolah luar kota dan dalam kota.”kalau bisa pemerintah atau dinas meluruskan ini. Karena kemarin saja ada salah satu sekolah masih di Tasikmalaya juga, takut untuk mengajak siswanya ke tempat kami,” ujarnya.

Baca juga:Awal Libur, Objek Wisata di Tasikmalaya Masih Sepi

Momentum libur sekolah kata Diki, seharusnya menjadi “surga” bagi objek wisata. Namun dengan kebijakan tersebut, kunjugan wisata yang dulu ramai, saat ini hanya menjadi asa.

“harapannya seperti dulu lagi ya. Hanya mungkin ada aturan, atau diperketat. Agar usaha wisata juga tetap hidup,” ucapnya.

Sementara memasuki awal libur sekolah saat ini, kunjungan wisata di tempatnya masih sepi. Kunjungan wisata diprediksi baru akan meningkat menjelang libur natal.

“Saat ini belum terlihat ya. Mudah- mudahan lusa sudah ada peningkatan,” katanya berharap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....