Wali Kota Kalim, Event Penggerak Utama Pariwisata Bandung
- 21 Nov 2025 15:03 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Beragam event yang digelar di Kota Bandung menjadi salah satu pilar penting dalam mendorong sektor pariwisata. Event dianggap sebagai bagian strategis dari industri MICE (Meeting, Incentive, Convention and Exhibition) yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi wisata yang dimiliki Kota Bandung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa penyelenggaraan event bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, namun merupakan cara konkret menghadirkan daya tarik tambahan bagi wisatawan yang berkunjung.
“Ketika kita datang ke Kota Bandung sebagai pengunjung, kita ingin menyajikan bukan hanya tempat yang bagus, suasana yang menyenangkan, kuliner yang menarik, tetapi juga event. Event memberikan alasan tambahan bagi orang untuk datang ke sini. Tentu dalam hal ini kita butuh kolaborasi yang besar,” ujar Farhan, Jumat (21/11/2025).
Farhan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pelaku industri pariwisata di Kota Bandung. Menurutnya, keberhasilan menghadirkan berbagai event merupakan hasil dari ekosistem pariwisata yang dibangun dengan sengaja agar potensi kota dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Baca juga:Disdagin Gelar Bazar Murah Serentak di 30 Kecamatan
Namun ia mengakui bahwa tantangan dalam pengembangan event di Bandung tidaklah mudah. Salah satunya adalah memastikan penyelenggaraan event tetap berjalan berkelanjutan, dinamis, dan mampu menyesuaikan regulasi.
“Operasionalnya harus siap, tidak boleh padam. Kapan pun di-switch on, event harus siap berjalan dengan cepat,” ucapnya.
Farhan menegaskan agar manfaat event bukan hanya dirasakan wisatawan, tetapi juga warga yang tinggal di sekitar lokasi penyelenggaraan. Menurutnya, warga pemukiman harus menjadi pihak pertama yang merasakan dampak positif dari geliat industri pariwisata.
“Rasanya aman itu nomor satu. Setiap orang yang datang ke Bandung harus merasa aman. Tapi warga sekitar pun harus merasa nyaman, jangan sampai terganggu,” katanya.
Ia menyoroti keluhan warga terkait kemacetan di akhir pekan, parkir liar, serta gangguan kenyamanan lainnya. “Ini harus kita atasi dari dasarnya. Jangan sampai warga Bandung malah kewalahan setiap ada event besar,” katanya.
Farhan mencontohkan sejumlah event besar yang telah memberikan dampak positif baik secara ekonomi maupun citra kota. Di antaranya Asia Afrika Festival, Pasar Seni ITB, serta Pocari Sweat Run yang berlangsung selama dua hari dan selalu menarik puluhan ribu peserta maupun wisatawan.
“Event-event ini meninggalkan jejak yang sangat baik. Bukan hanya bagi pelaku industri tapi juga bagi masyarakat,” tandasnya.