Pemkot Bandung Dorong UMKM Naik Kelas Manfaatkan Dibukanya Bandara Husein
- 20 Agt 2026 15:43 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melihat kembali dibukanya Bandara Husein Sastranegara sebagai peluang untuk mendorong geliat ekonomi daerah, khususnya bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan mengatakan, keberadaan kembali penerbangan di Bandara Husein Sastranegara diharapkan tidak hanya berdampak terhadap sektor transportasi dan pariwisata, tetapi juga mampu memberikan efek berganda terhadap perekonomian masyarakat.
Menurutnya, wisatawan yang datang melalui Bandara Husein akan menjadi pasar potensial bagi berbagai produk unggulan Kota Bandung. Mulai dari kuliner, fesyen, kerajinan, hingga produk kreatif lainnya.
"Pada dasarnya, dampak yang ingin kita datangkan nanti adalah begitu wisatawan keluar dari bandara. Kita punya kesempatan untuk memberikan pilihan kepada para wisatawan yang datang melalui Husein untuk menikmati berbagai macam bentuk belanjaan yang ada di Bandung, baik kuliner, fashion, dan lain-lain," ujar Farhan, Kamis 20 Agustus 2026.
Namun, Farhan mengakui tidak seluruh pelaku UMKM dapat langsung membuka gerai di dalam kawasan Bandara Husein Sastranegara. Salah satu kendalanya adalah biaya operasional dan sewa tempat yang dinilai cukup tinggi.
"Kalau untuk memfasilitasi UMKM memang tidak semuanya langsung ada di situ. Karena siapa pun yang membuka usaha di situ pasti biayanya mahal, harga jualnya juga mahal. Kemudian, proses kurasinya oleh pihak Angkasa Pura juga tidak mudah sama sekali," katanya.
Meski demikian, Pemkot Bandung masih melihat sejumlah ruang yang dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan produk UMKM kepada wisatawan. Salah satunya adalah area parkir apabila nantinya terdapat ruang yang dapat digunakan untuk kegiatan usaha.
Farhan menyebut, peluang tersebut masih bergantung pada kebijakan pengelola kawasan, termasuk Koperasi TNI AU yang memiliki kewenangan terhadap sejumlah fasilitas di area tersebut.
"Contohnya di tempat parkir, kalau memang masih ada yang dibuka nanti oleh Koperasi TNI AU, tetapi itu terserah," ucapnya.
Selain memanfaatkan area di luar terminal, Pemkot Bandung juga tengah melakukan negosiasi agar pelaku usaha lokal mendapatkan kesempatan membuka gerai di ruang keberangkatan Bandara Husein Sastranegara.
Farhan mengatakan, pihaknya sedang mengupayakan skema harga sewa khusus agar pelaku usaha kecil dan menengah memiliki kesempatan untuk memasarkan produknya di dalam bandara.
"Sementara itu, kami dari Pemerintah Kota Bandung sedang bernegosiasi untuk bisa mendapatkan harga sewa khusus di ruang keberangkatan," katanya.
Jika negosiasi tersebut berhasil, Farhan berencana melibatkan sejumlah pengusaha Kota Bandung yang masuk dalam kategori usaha menengah dan kecil. Mereka nantinya akan didorong untuk berkolaborasi dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Bandung dalam membuka gerai produk lokal.
"Di ruang keberangkatan nanti saya akan mendorong beberapa pengusaha di Kota Bandung yang masuk kategori menengah dan kecil untuk bersama-sama dengan Dekranasda membuka gerai," tuturnya.
Farhan menyebut, saat ini sebagian area di ruang keberangkatan masih dimanfaatkan oleh Sarinah sebagai salah satu perusahaan milik negara. Pemkot Bandung berharap terdapat ruang yang dapat dimanfaatkan untuk memperluas akses pemasaran produk lokal.
"Di atas sana sekarang sebagian masih diisi oleh Sarinah, BUMN. Nah, nanti akan menjadi bagian," ucapnya.
Meski demikian, Farhan menegaskan, rencana tersebut masih dalam tahap pembahasan. Pemkot Bandung belum memastikan apakah negosiasi mengenai harga sewa dan penyediaan ruang bagi UMKM tersebut akan menghasilkan kesepakatan.
"Apakah negosiasinya berhasil? Belum. Masih alot karena ada hitung-hitungan bisnis," katanya.
Farhan berharap, apabila akses UMKM di Bandara Husein dapat terealisasi, keberadaan bandara tidak hanya menjadi pintu masuk wisatawan, tetapi juga menjadi etalase produk lokal Kota Bandung.
"Wisatawan yang tiba di Bandung tidak hanya mendapatkan akses transportasi yang lebih mudah, tetapi juga dapat langsung mengenal dan membeli produk-produk unggulan daerah," tandasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....