Apresiasi Penanganan Pasar dengan Musyawarah, Diky: Semoga Jadi Solusi

  • 06 Agt 2026 09:17 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Tasikmalaya - Beberapa waktu ini tersiar kabar akan aksi besar - besaran yang dilakukan pedagang pasar tradisional. Aksi ini dipicu keberatan pedagang terhadap nilai retribusi pasar yang dinaikan oleh Pemkot Tasikmalaya.

Namun demikian, aksi itu tidak terjadi dan berakhir di meja musyawarah. Pemkot, DPRD, dan Pedagang Pasar akhirnya bermusyawarah untuk mencari solusi.

Wakil Wali Kota Tasikmalaya Diky Candra mengapresiasi ini, dan menilai ini bentuk kemajuan respon ASN di lingkungan pemkot.”iya sebelumnya ada informasi akan ada demo dari warga pasar. Tapi alhamdulillah karena direspon dengan cepat, baik dari kalangan Ulama, DPR dan ASN baik Asda, dari Perindag, Bagian Hukum dan Ekonomi yang langsung berkoordinasi, permasalahan ini diselesaikan dengan jalan musyawarah,” katanya, Kamis 6 Agustus 2026.

Diky juga mengapresiasi peran Ulama yakni Kyai Miftah Fauzi dan Ketua DPRD untuk membantu penyelesaian masalah dan mencari solusi terbaik.” Soal hasil Hanya Tuhan yang tahu, tapi ikhtiar nyata wajib dilakukan, tabayyun bermusyawarah mencari solusi lebih baik,” ujarnya.

Diky mengatakan, meskipun retribusi bukan merupakan bagian kewenangannya, namun Ia berharap ada solusi penuntasan persoalan ini.”mudah- mudahan segera ada solusi,” katanya mengakhiri.

Sementara itu sebelumnya Pedagang Pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya mengancam akan melakukan aksi unjuk rasa. Aksi ini dilakukan, karena para pedagang keberatan dengan kenaikan retribusi kios

Sekretaris Himpunan Pedagang Pasar Tasikmalaya (Hipatas) Jajang Ara menilai kenaikan retribusi tidak berdasar. Terlebih setelah retribusi naik, revitalisasi sebagai kompensasi dari retribusi tidak ada.

“Jalan di pasar dibiarkan rusak, saluran air juga dibiarkan, tidak diperbaiki. Tapi retribusi naik,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....