Berdebu, Panas dan Merugi, jadi Keluhan UMKM di Even Festival Layangan

  • 04 Agt 2026 11:47 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Garut - Berdebu, panas, dan merugi itulah serangkaian keluhan para pedagang UMKM di area even International Kite Festival 2026 atau Festival Layang-Layang yang diikuti oleh sejumlah negara di Asia dan Eropa yang digelar selama 5 hari di kawasan Objek Wisata Tepas Papandayan, Cisurupan, Kabupaten Garut, Jawa Barat.

Yudi, salah seorang pedagang UMKM, warga Perum Cibunar Jatiputra, Tarogong Kidul Garut menyesalkan ketidak profesionalan panitia dan instansi lainnya dalam menyelenggarakan even sekelas internasional namun seperti even kelas lokal." Awalnya kami tergiur oleh jumlah pengunjung yang datang katanya ada 2500 orang untuk hari pertama, eh ternyata sepi," katanya, di Garut, Selasa, 4 Agustus 2026.

Ia mengatakan, dengan sepinya pengunjung dihari pertama dan hari kedua otomatis dagangannya tidak sesuai target yang diharapkan." Dari 150 pcs nasi bakar yang kami jual hanya laku sekitar 10 sampai 15 pcs, sehingga sisanya kami bagi kan kepada pedagang lainnya," katanya.

Ia menyampaikan, sangat jauh berbeda ketika dirinya berjualan rutin di Ibrahim Adji.Padahal Ia dan.pedagang UMKM lainnya menaruh harapan besar dengan adanya even layang layang internasional ini , seharusnya dagangannya jauh lebih laku." Eh faktanya malah zonk, kami brnar benar kecewa dengan even yang katanya sekelas internasional," tuturnya.

Ia mengatakan, tidak hanya itu, berjualan di even tersebut dirinya harus mengeluarkan bugjet untuk sewa tenda sebesar 1 juta rupiah untuk lima hari dengan fasilitas tenda dan listrik," Untuk listriknya ga kami.pakai karena malam.harinya kami pulang," ujarnya.

Yang disesalkan lagi, menurut Yudi, dari hari pertama san hari kedua layangannya tidak terbang karena tidak ada angin, sehingga sangat berpengaruh terhadap pengunjung yang datang untuk menyaksikan aksi adu ketangkasan layang layang tersebut." Selain itu juga banyakmmotor petani yang lalu lalang diarea even sehingga memganggu ketertiban para UMKM akibat debu yang berterbangan," katanya.

Sementara itu, Bupati Garut Abdusy Sakur Amin sempat menyampaikan harapan besar dengan adanya even Festival Layang-Layang Internasional tersebut mampu menjadi penggerak sektor pariwisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

"Saya melihat ini sebagai sebuah karya kita semua, karena ini banyak sekali pihak-pihak yang terlibat dari mulai masyarakat, alhamdulilah masyarakat kami dari desa khususnya ternyata alhamdulilah kami bisa menyelenggarakan event kelas dunia," ujarnya.

Ia menyampaikan, Pemerintah Kabupaten Garut menaruh perhatian besar terhadap penyelenggaraan festival budaya dan pariwisata yang mampu memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah. Oleh karena itu, Pemkab Garut berkomitmen untuk terus mendorong dan memfasilitasi penyelenggaraan kegiatan serupa di berbagai wilayah Kabupaten Garut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....