Ketersediaan Pangan Bagi Masyarakat Cimahi Aman, meski Kemarau Panjang

  • 31 Jul 2026 18:19 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Cimahi - Pemerintah Kota Cimahi memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat tetap aman meski musim kemarau panjang akibat fenomena El Nino masih berlangsung. Melalui Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan), pemerintah menjamin stok kebutuhan pokok, terutama beras, masih mencukupi sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembelian secara berlebihan.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, Tita Mariam, mengatakan kondisi pasokan pangan hingga saat ini masih terkendali. Menurutnya, distribusi dari berbagai daerah pemasok tetap berjalan sehingga kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

"Kalau untuk ketersediaan pangan alhamdulillah masih mencukupi dan aman di musim kemarau panjang ini, sehingga masyarakat tidak perlu panik terhadap kebutuhan pangan, termasuk beras," kata Tita Mariam, Jumat 31 Juli 2026.

Tita menjelaskan, Kota Cimahi bukan merupakan daerah penghasil pangan karena memiliki lahan pertanian yang terbatas. Oleh sebab itu, sebagian besar kebutuhan pangan masyarakat masih dipasok dari sejumlah daerah produsen di Jawa Barat dan sekitarnya.

"Kalau untuk pangan kita memang sejauh ini disuplai dari daerah lain, seperti beras, karena lahan pertanian di Kota Cimahi sangat terbatas," ujarnya.

Meski bergantung pada daerah pemasok, Pemkot Cimahi terus memperkuat ketahanan pangan melalui berbagai program strategis. Upaya tersebut meliputi peningkatan produksi pangan lokal, diversifikasi konsumsi pangan, serta pengembangan sumber pangan alternatif.

Salah satu langkah yang dilakukan ialah mengoptimalkan pemanfaatan lahan kosong dan lahan terbatas melalui konsep urban farming. Pemerintah juga memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar mampu memanfaatkan pekarangan rumah untuk menghasilkan bahan pangan secara mandiri.

"Program ini dapat berupa kebun komunitas, berkebun di atap rumah, maupun budikdamber yang sangat cocok diterapkan di lingkungan perkotaan dengan lahan terbatas," jelas Tita.

Selain itu, Dispangtan mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian dan hortikultura dengan menerapkan sistem budidaya yang berkelanjutan serta ramah lingkungan. Pengembangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di bidang pengolahan pangan lokal juga menjadi salah satu fokus pemerintah.

"Langkah ini bukan hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru melalui pengolahan pangan lokal yang memiliki nilai tambah dan lebih tahan lama," ucapnya.

Pemkot Cimahi juga terus melakukan pemantauan distribusi dan stabilisasi pasokan pangan untuk menjaga harga tetap terkendali. Di sisi lain, upaya pengurangan food loss dan food waste terus digencarkan agar ketersediaan pangan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.

"Penguatan data ketersediaan pangan yang akurat dan terintegrasi sangat penting agar pengambilan keputusan dalam perencanaan ketahanan pangan menjadi lebih tepat," kata Tita.

Sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi krisis pangan akibat musim kemarau panjang, Pemkot Cimahi juga telah menyiapkan Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD). Cadangan beras tersebut akan disalurkan kepada masyarakat apabila terjadi kondisi darurat atau gangguan pasokan pangan.

Berdasarkan data Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi, stok CPPD yang tersimpan di gudang Bulog Kantor Cabang Bandung mencapai 73.971,20 kilogram. Jumlah tersebut terdiri atas 50.261,20 kilogram beras medium dan 23.710 kilogram beras premium yang siap digunakan sesuai kebutuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....