Cuanki Tetap Bertahan di tengah Tren Kuliner Viral

  • 22 Jul 2026 10:50 WIB
  •  Bandung
Poin Utama
  • Cuanki Bandung berhasil mempertahankan eksistensinya sebagai kuliner favorit masyarakat di tengah tren makanan viral yang terus berganti-ganti di media sosial.
  • Cita rasa kuah gurih yang dipadukan dengan bakso ikan, tahu, siomai, dan pangsit menjadi alasan utama cuanki tetap diminati baik oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.
  • Cuanki memiliki sejarah panjang sebagai ikon kuliner khas Bandung yang mulai berkembang sejak dekade 1980-an melalui sistem pedagang keliling yang menjajakan dagangannya dari kampung ke kampung.

RRI.CO.ID, Bandung - Di tengah maraknya makanan viral yang silih berganti menghiasi media sosial, cuanki khas Bandung tetap mampu mempertahankan eksistensinya sebagai salah satu kuliner favorit masyarakat. Cita rasa kuah hangat yang gurih dipadukan dengan bakso ikan, tahu, siomai, dan pangsit membuat kuliner ini tetap diminati oleh masyarakat lokal maupun wisatawan.

Cuanki telah dikenal sebagai salah satu ikon kuliner khas Bandung yang memiliki sejarah panjang. Kuliner ini mulai berkembang sejak dekade 1980-an melalui para pedagang keliling yang menjajakan dagangannya dari kampung ke kampung dengan berjalan kaki.

Istilah "cuanki" sering dikaitkan dengan akronim "Cari Uang Jalan Kaki" yang menggambarkan perjuangan para pedagang pada masa itu. Selain itu, nama cuanki juga dikenal berasal dari merek dagang Bakso Tahu Kuah Choan Kie yang kemudian berkembang menjadi sebutan bagi makanan khas Bandung hingga saat ini.

Seiring berkembangnya zaman, cuanki tidak lagi hanya dijual menggunakan gerobak keliling, tetapi juga hadir di berbagai rumah makan, pusat kuliner, hingga pusat perbelanjaan. Berbagai inovasi pun dilakukan oleh pelaku usaha dengan menambahkan mi, tetelan daging sapi, maupun pelengkap lainnya tanpa menghilangkan cita rasa khas yang telah dikenal masyarakat.

Fenomena tersebut sejalan dengan penelitian Amalia, Sujatna, Krisnawati, dan Pamungkas (2024) dalam jurnal Studies in English Language and Education. Penelitian yang menganalisis 642 unggahan Instagram milik Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung menemukan 86 unggahan yang secara khusus mempromosikan makanan dan minuman tradisional Sunda sebagai bagian dari daya tarik wisata Kota Bandung.

Kuliner tradisional juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung sektor pariwisata daerah. Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (2025) melalui buku Wisata Rasa di Bumi Pasundan menjelaskan bahwa gastronomi merupakan bagian dari identitas budaya yang mampu memperkuat daya tarik wisata sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui pengembangan wisata kuliner.

Di tengah hadirnya berbagai makanan kekinian, cuanki membuktikan bahwa kuliner legendaris tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Kehangatan kuah, cita rasa yang khas, serta nilai sejarah yang dimilikinya menjadikan cuanki sebagai salah satu warisan kuliner Bandung yang terus bertahan dan dikenal lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....