Polytron Dorong UMKM Kuliner dapat 'Cuan' Maksimal, Begini Caranya

  • 19 Jun 2026 11:15 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung – Polytron bersama Populix menggelar kegiatan bertajuk "UMKM Naik Level Bareng Polytron: Strategi Omnichannel dan Operasional Digital untuk UMKM Kuliner Cuan Maksimal" di Bandung. Kegiatan ini menjadi upaya memperkuat pemberdayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui peluncuran UMKM Handbook Panduan UMKM Naik Level, buku panduan berbasis riset lapangan yang memetakan tantangan nyata sekaligus membongkar berbagai mitos yang selama ini diyakini menghambat pertumbuhan UMKM kuliner di Indonesia.

Peluncuran handbook tersebut juga diisi workshop yang diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM di Bandung dan sekitarnya. Melalui data yang dihimpun Populix, terungkap bahwa 80 persen pelaku UMKM merupakan kaum "perintis". Sebanyak 57 persen terdorong oleh keinginan untuk mandiri, sementara 46 persen melihat peluang pasar yang menjanjikan.

Riset itu juga menunjukkan dominasi generasi muda dalam lanskap UMKM. Sebanyak 65 persen pelaku usaha berasal dari kelompok Gen Z dan Milenial. Dari sisi permodalan, mayoritas mengandalkan tabungan pribadi sebesar 63 persen dan keuntungan usaha yang diputar kembali sebanyak 46 persen.

Handbook tersebut membedah lima mitos yang kerap dipercaya pelaku usaha. Salah satunya anggapan bahwa bisnis harus memiliki banyak cabang agar dianggap sukses. Faktanya, 25 persen pelaku usaha justru mengalami kesulitan karena belum memiliki sistem dan standar operasional prosedur (SOP) yang tertata.

Selain itu, sebanyak 48 persen UMKM masih mencatat transaksi secara manual. Kondisi ini membuat pengambilan keputusan bisnis lebih banyak didasarkan pada intuisi dan menyulitkan ekspansi usaha.

Mitos lain yang dipatahkan adalah soal sulitnya mengakses pinjaman modal. Riset menemukan bahwa akar persoalan terletak pada rendahnya literasi keuangan. Sebanyak 26 persen pelaku usaha belum memahami cara mengajukan pinjaman, sedangkan 19 persen tidak memiliki akses ke lembaga keuangan.

Pakar Sistem Operasional Industri dan Digital Marketing dari Center of Excellence Smart MSME and Halal Ecosystem (SHE) Telkom University, Dr. Ir. Yati Rohayati, M.T., menekankan pentingnya penguatan sistem operasional di tengah perkembangan pemasaran digital. "UMKM kuliner harus mulai merancang SOP dan mendigitalisasi alur kerja dari dapur hingga ke meja konsumen agar bisnis berjalan efisien, minim kekeliruan, dan mudah dipantau," kata Yati. Kamis 18 Juni 2026

Menurutnya, strategi pemasaran digital yang efektif harus dibarengi sistem yang kokoh, Yati juga menyoroti pentingnya strategi omnichannel dengan mengintegrasikan berbagai kanal penjualan, mulai dari toko fisik, WhatsApp, Instagram, hingga layanan ojek online. "Integrasi berbagai kanal penjualan berbasis data pelanggan dapat memicu repeat order secara konsisten sehingga membantu UMKM meraih cuan maksimal," ujarnya.

Sementara itu, Owner Terve Chocolate dan Let's Go Gelato, Aprilia Melisa, membagikan pengalamannya membangun bisnis kuliner melalui pemanfaatan kanal digital tanpa meninggalkan kehadiran toko fisik. "Kunci keberlanjutan bisnis kuliner terletak pada efisiensi biaya operasional. Teknologi seperti sistem kasir terintegrasi dan manajemen hubungan pelanggan dapat membantu meningkatkan loyalitas konsumen dan pembelian berulang," ucap Aprilia.

Menjawab berbagai tantangan tersebut, Polytron menghadirkan program "UMKM Naik Level bareng Polytron". Program itu menawarkan ekosistem pendukung berupa perangkat usaha tepat guna, kelas edukasi gratis, kesempatan promosi bersama food vlogger nasional, hingga dukungan ekspansi melalui berbagai event berskala nasional. Melalui inisiatif tersebut, Polytron berharap pelaku UMKM dapat mengambil keputusan bisnis berbasis data, berinvestasi pada peralatan yang tepat, serta membangun usaha yang lebih efisien, aman, dan berkelanjutan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....