Pemkab Tasikmalaya Kuatkan Sarana Pengolahan Kopi Bunar

  • 31 Mei 2026 14:59 WIB
  •  Bandung

RRI.CO ID, Tasikmalaya - Kopi Bunar, asal Kampung Buni Hurip, Kecamatan Pagerageung, Kabupaten Tasikmalaya, menembus pasar Internasional. Kopi khas Kabupaten Tasikmalaya ini, bahkan sudah dipasarkan ke Jepang.

Konsistensi masyarakat setempat mengembangkan usaha kopi secara mandiri perkebunan dan terorganisir, menjadi kunci keberhasilan Kopi Bunar. Hampir seluruh warga setempat, terlibat dalam budidaya hingga pengolahan Kopi Bunar

Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al Ayubi, mengatakan, untuk terus meningkatkan produksi Kopi Bunar, pemerintah daerah terus melakukan berbagai langkah. Termasuk sarana pengolahan yang lebih luas.

“Hasil kunjungan disana dan untuk pengembangannya, saat ini perlu sarana pengolahan yang lebih besar dan memadai,” kata Asep, Minggu 31 Mei 2026.

Pihaknya menargetkan dapat menguatkan hal itu di akhir tahun 2026. Sehingga Kopi Bunar menjadi komoditas unggulan, yang dapat dinikmati masyarakat luas.

“Harapannya semakin berkermbang dan membawa manfaat ekonomi luas bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain itu Pemerintah daerah juga akan memperkuat infrastruktur dan fasilitas penunjang produksi kopi. Di antaranya pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT), perbaikan akses jalan menuju sentra kopi.

“Pemerintah akan terus hadir mendukung kejayaan Kopi Bunar agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar dunia,” kata Asep.

Kopi Bunar, saat ini telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Kehadiran kopi unggulan tersebut mampu mendorong tumbuhnya usaha mandiri dan meningkatkan kesejahteraan petani.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya juga berencana mengembangkan kawasan Kopi Bunar menjadi destinasi agrowisata berbasis perkebunan kopi. Program tersebut diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat berbasis pertanian.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....