Kenaikan Harga-harga dan Plastik Tekan UMKM Kab. Bandung

  • 21 Apr 2026 22:27 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan gas LPG hingga kemasan plastik mulai memberikan tekanan nyata bagi pelaku usaha. Yaitu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Ketua Umum Perkumpulan Pengusaha Karsa Mandiri (PPKM) Kabupaten Bandung, Dewi Ayu Wulansari, mengungkapkan lonjakan biaya produksi berdampak langsung terhadap keberlangsungan usaha. Itu terutama di sektor makanan dan minuman.

Menurut Dewi, sekitar 80 persen anggota PPKM bergerak di bidang food and beverage. Kenaikan harga energi otomatis mendorong kenaikan harga pokok penjualan yang kemudian berimbas pada harga jual produk di pasaran.

“Kondisi ini jadi tantangan besar, harga jual naik. Tapi daya beli masyarakat justru menurun. Itu sangat berpengaruh terhadap penjualan UMKM,” ujar Dewi, Selasa 21 April 2026.

Dampak tersebut mulai terasa di berbagai kegiatan pemasaran, seperti bazar, pameran, hingga event promosi produk yang kini cenderung sepi pengunjung. Situasi ini disebut sebagai salah satu tantangan serius pasca pandemi, ketika pelaku UMKM tengah berusaha bangkit, namun kembali dihadapkan pada tekanan ekonomi.

Untuk bertahan, para pelaku UMKM di bawah naungan PPKM menerapkan berbagai strategi. Salah satu langkah yang banyak dilakukan adalah mengurangi gramasi produk tanpa menurunkan kualitas.

“Misalnya dari 250 gram menjadi 200 gram. Kami tidak ingin menurunkan kualitas, karena itu adalah prinsip utama UMKM lokal. Jadi yang disesuaikan adalah ukuran produknya,” kata Dewi Ayu Wulansari.

Selain itu, efisiensi juga dilakukan dari sisi kemasan. Produk yang sebelumnya menggunakan kemasan full print kini beralih ke kemasan yang lebih sederhana dan ekonomis, seperti standing pouch atau plastik biasa, guna menekan biaya produksi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....