Pelatihan Kendang Wayang Golek di Sanggar Seni Maniloka Kabupaten Garut

  • 10 Agt 2026 17:04 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Sanggar Seni Maniloka merupakan salah satu kelompok atau sanggar seni yang masih memegang teguh konsep konvensional atau tradisi dalam setiap kegiatan yang dikerjakannya. Fokus kegiatan yang dilaksanakan oleh Sanggar Seni Maniloka, selain menerima pesanan paket hiburan untuk event pernikahan, khitanan, gathering (permintaan dari instansi untuk mengisi hiburan pada kegiatan-kegiatannya), Sanggar Seni Maniloka juga membuka kelas privat untuk mempelajari alat musik tardisional Sunda dan kelas tari Jaipongan.

Materi yang dijadikan sebagai sumber bahan ajar ketika proses pemberian materi kepada para mahasiswa yang mengikuti program privat di Sanggar Seni Maniloka, baik privat musik/gending ataupun tari Jaipongan yaitu Karawitan/gending tradisional Sunda dan tari Sunda. Aktivitas Sanggar Seni Maniloka tidak hanya memproduksi salah satu jenis kesenian saja, akan tetapi kerap menggarap jenis-jenis kesenian yang ada di Tatar Sunda, khususnya jenis kesenian yang berkembang di wilayah Kabupaten Garut. Di antaranya jenis kesenian Degung, Jaipongan, Wayang Golek, Pencak Silat, dan jenis kesenian lainnya.

Di antara jenis-jenis kesenian tersebut yang paling banyak diproduksi yakni kesenian jaipongan dan wayang golek. Hal ini disebabkan oleh banyaknya pesanan dari pemesan jasa seni kepada Sanggar Seni Maniloka untuk menampilkan seni Jaipongan dan Wayang golek. (wawancara, Dian Coner, 2025).

Berkaitan dengan jenis kesenian Wayang Golek di Kabupaten Garut sendiri mengalami fase pasang surut, hal tersebut didasari oleh kurang informasi dan dokumentasi yang berdampak terhadap sulitnya peminat dalam hal ini adalah para seniman generasi saat ini untuk mendalami kesenian tersebut. (2024: 228). Hal ini juga terjadi terhadap perkembangan kendangan Wayang Golek di Kabupaten Garut, yang mana generasi saat ini terjadi penyusutan minat untuk mempelajari atau mendalami kendang Wayang Golek, khususnya kendang Wayang Golek gaya Garutan.

Pada dasarnya penyebab dari kurangnya minat para pengendang di Kabupaten Garut untuk mendalami kendangan Wayang Golek yakni kurangnya informasi dan dokumentasi yang secara khusus berkaitan dengan kendang gaya Garutan (2025: 432).

Fenomena di atas dikeluhkan juga oleh katua Sanggar Seni Maniloka (Dian Coner), kurangnya antusias para pemain kendang generasi saat ini untuk mempelajari kendang Wayang Golek gaya Garutan menjadi pekerjaan rumah yang perlu dicarikan solusinya. Mengingat bahwa identitas pertunjukan Wayang Golek Garutan pernah menduduki level yang diperhitungkan oleh para seniman Wayang Golek di Jawa Barat, termasuk pada aspek kendangannya (2025: 433).

Berkaca dari kondisi di atas, team PKM mempunyai gagasan untuk melakukan pelatihan Kendang Wayang Golek Gaya Garutan, dengan fokus pelatihan ragam pola tepak kendang Wayang Golek original Gaya Garutan atau belum ada sentuhan kreativitas. Team PKM memilih salah satu sanggar seni yang ada di Kabupaten Garut, yakni Sanggar Seni Maniloka.

Alasan pemilihan mitra tersebut, karena Sanggar Seni Maniloka memiliki seniman binaan yang potensial. Seniman yang tergabung dalam Sanggar Seni Maniloka sampai saat ini terdiri dari anak muda dan beberapa seniman senior.

Dengan potensi sumber daya manusia yang terdapat pada Sanggar Seni Maniloka tersebut, sangat perlu untuk dilakukan pelatihan dan pendokumentasian mengenai ragam pola tepak kendang wayang golek gaya Garutan yang terdapat dalam pertunjukan Wayang Golek, agar pola tepak kendang Wayang Golek gaya Garutan tersebut bisa terjaga dengan baik dan secara estapet terus ditularkan kepada seniman-seniman generasi berikutnya.

TUJUAN DAN MANFAAT

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Sanggar Seni Maniloka Kabupaten Garut bertujuan untuk memberikan informasi baik secara teori maupun secara praktik yang berkaitan dengan pola kendangan wayang golek Garutan. Selain itu, pelaksnaan kegiatan PKM ini bertunjuan untuk menumbuhkan kembali kesadaran para pemain kendang muda di Kabupaten Garut akan pentingnya menjaga dan mengestapetkan pola kendang wayang golek Garutan kepada generasi berikutnya.

Manfaat dilaksanakan PKM di sanggar seni Maniloka Kabupaten Garut ini setidaknya pola tepak kendang wayang golek yang sudah dilatihkan kepada para peserta pengendang yang mengikuti program PKM ini dapat disajikan dalam momen-momen manggung pertunjukan wayang golek.

Selain itu, kekayaan seni budaya di Kabupaten Garut akan terjaga dengan baik, selama para seniman yang berprofesi sebagai pemain kendang khususnya wayang golek, menjaga dan meregenerasikan kepada para generasi berikutnya.

HASIL

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan dari mulai bulan Mei sampai dengan bulan Agustus 2026 di Sanggar Seni Maniloka Kabupaten Garut. Jumlah peserta (pemain kendang) yang mengikuti kegiatan ini adalah 12 orang pemain kendang muda yang notabene berasal dari daerah Kabupaten Garut.

Kegiatan ini juga pada proses pelatihannya selalu didampingi oleh para sesepuh pemain kendang wayang golek yang ada di daerah Kabupaten Garut, diantaranya adalah Iya Sukria, Ade Amung, Undang, dan Dian Herdiana KS (Coner).

Materi pola tepak kendang yang disampaikan kepada seluruh peserta diantaranya adalah: 1) Gugunungan; 2) Keupat satu; 3) Keupat dua; 4) Keupat 3; 5) Satriaan; 6) Baksarai; 7) Ponggawa (beureuman). Seluruh peserta dapat menewima dan menyajikan materi yang diberikan oleh mentor. Selain pola tepak kendang, peserta juga diberikan informasi mengenai cara menulis dan mendokumentasikan pola tepak kendang dengan cara membuat symbol (notasi). Berikutnya seluruh peserta mendapatkan informasi mengenai cara mendokumentasikan karya ke dalam bentuk rekaman, baik menggunakan handphone, maupun rekaman menggunakan aplikasi pada musik digital.

KESIMPULAN

Perkembangan kendangan wayang golek di Kabupaten Garut sedikit banyaknya memberikan dampak terhadap para pengendang generasi saat ini, khususnya pengendang wayang golek yang ada di daerah Kabupaten Garut. Aspek tekstual dan kontekstual yang menyebabkan terjadinya perkembangan tersebut adalah sebuah keniscayaan, faktor individu dan lingkungan menjadi dasar terjadinya sebuah perkembangan.

Sebuah perkembangan terjadi akan memberikan dampak yang positif dan negatif. khususnya di kabupaten Garut, dampak positif yang terjadi adalah kendangannya semakin bervariatif dan energik.

Hal ini dikarenakan popularitas kendangan yang sedang terjadi pada saat ini. Selanjutnya dampak negatifnya adalah berkurangnya pemahaman bahkan tidak tahu akan identitas atau kekhasan kendangan wayang golek Garutan.

Namun demikian, sebuah perkembangan pasti akan dialami oleh kendangan-kendangan yang ada di Jawa Barat. Baiknya disamping mengikuti perkembangan jaman, kekhasan yang dimiliki oleh daerahnya tidak dilupakan begitu saja, karena bagaimanapun kekhasan merupakan identitas dan pondasi bagi kekayaan kendangan yang dimiliki oleh daerah tersebut, khususnya di daerah Kabupaten Garut.

Pelatihan ini merupakan aplikasi dari Program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat yang dikelola oleh unit Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Budaya Indonesia Bandung tahun 2026.

Tim Penulis:

Yosep Nurdjaman Alamsyah, S.Sn., M.Sn. email: yosepnurdjaman@gmail.com

Irma Ratna Ningsih, M.Pd. Email: irmaratna89@gmail.com

Cynthia Desita Wulandari. Email: cynthiawulandari648@gmail.com

Salman Ahmad Yusup. Email : salmannahmadyusup@gmail.com

Asep Sopiansyah. Email: assopian62@gmail.com

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....