Ragam Inovasi Layanan Gizi untuk Percepat Penurunan Stunting
- 27 Nov 2025 15:55 WIB
- Bandung
KBRN, Bandung; Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menggelar Innovation Contest and Coaching Clinic (Iconic) 2025 di Taman Sejarah, Balai Kota Bandung, Selasa (27/11/2025). Gelaran ini menampilkan berbagai program inovatif untuk meningkatkan layanan gizi serta menekan angka stunting di Kota Bandung.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang unjuk inovasi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai wahana edukasi publik dan penguatan koordinasi lintas sektor. Seluruh pemangku kepentingan mulai dari pemerintah, perguruan tinggi, organisasi masyarakat, hingga komunitasdipertemukan untuk berbagi praktik baik terkait layanan gizi.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Bandung, Anton Sunarwibowo, menegaskan bahwa Bandung Iconic 2025 merupakan bagian dari komitmen Pemkot Bandung untuk meningkatkan kualitas layanan gizi, sekaligus memperbaiki tata kelola percepatan penurunan stunting.
“Upaya ini untuk memastikan layanan gizi dilaksanakan secara aman, tepat, dan berkualitas. Inovasi dan kolaborasi lintas sektor diperlukan agar kita mampu membangun generasi Bandung yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Anton, Kamis (27/11/2025).
Baca juga:Paska Puting Beliung di Blanakan, BPBD Salurkan Logistik
Selain sebagai ruang kolaborasi, Bandung Iconic juga menjadi sarana edukasi publik yang mempertemukan pemerintah, SPPG, akademisi, pelajar, orang tua, serta komunitas dalam pertukaran pengetahuan mengenai penguatan gizi dan pencegahan stunting.
Apresiasi atas gelaran ini datang langsung dari Sekretariat Wakil Presiden RI. Deputi Bidang Dukungan Kebijakan Perekonomian, Pariwisata, dan Transformasi Digital sekaligus Plt. Deputi Peningkatan Kesejahteraan dan SDM, Dia Kusumastuti, menyampaikan dukungan penuh pemerintah pusat terhadap langkah strategis Pemkot Bandung.
“Kami menyampaikan salam hangat dari Bapak Wakil Presiden kepada masyarakat Bandung. Bandung Iconic 2025 adalah ruang pembelajaran dan kolaborasi yang sangat penting dalam upaya mewujudkan generasi yang lebih sehat,” ucapnya.
Dia menegaskan bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan, tetapi menyangkut perkembangan otak, imunitas, hingga produktivitas generasi di masa depan.
Pemerintah pusat menargetkan prevalensi stunting turun hingga 14,2 persen pada 2029, dan daerah seperti Bandung menjadi kunci keberhasilan target tersebut.
Ia juga kembali mengingatkan lima arahan Wakil Presiden dalam Rakornas Stunting 2025, yaitu:
Fokus pencegahan sejak 1000 HPK
Penguatan koordinasi lintas sektor
Pemanfaatan data akurat sebagai dasar kebijakan Replikasi dan pengembangan inovasi
Edukasi publik yang intensif.
Menurutnya, Jawa Barat termasuk Kota Bandung menjadi salah satu wilayah yang mendapat perhatian khusus karena kontribusinya yang besar terhadap pencapaian target nasional penurunan stunting.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Bandung, Iskandar Zulkarnain, menyampaikan bahwa seluruh perangkat daerah, termasuk TPPS kecamatan dan kelurahan, telah diarahkan untuk memperkuat pelayanan langsung kepada masyarakat. Fokus diarahkan pada ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Bandung menyiapkan rangkaian monitoring dan evaluasi menyeluruh, mulai dari self-assessment hingga penetapan praktik baik SPPG, sebagai strategi peningkatan kualitas layanan gizi di lapangan.
Bandung Iconic 2025 juga menghadirkan berbagai kegiatan seperti booth inovasi gizi, penimbangan balita, talkshow ahli, pertunjukan seni, hingga awarding. Seluruhnya dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan peningkatan kesadaran publik terhadap pentingnya gizi seimbang.
“Momentum Bandung Iconic 2025 harus kita manfaatkan untuk memperkuat inovasi, kolaborasi, dan tekad bersama menurunkan stunting di Kota Bandung,” tandasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....