Piala Soeratin Jabar 2026 Lahirkan Juara, Bersiap menuju Nasional

  • 13 Sep 2026 10:38 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - LIGA Remaja Piala Soeratin PSSI Provinsi Jawa Barat 2026 resmi melahirkan para juara dari tiga kelompok usia. Kompetisi yang diikuti 202 tim tersebut menjadi panggung bagi talenta muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperebutkan tiket menuju persaingan sepakbola tingkat nasional.

Piala Soeratin Jabar 2026 mempertandingkan kelompok usia U-13, U-15, dan U-17. Persib Bandung tampil sebagai penguasa dua kelompok usia, sedangkan WBFC berhasil merebut gelar juara U-17 setelah menundukkan Saint Prima pada partai puncak.

Pertandingan U-13 dan U-15 berlangsung di Stadion Persikas Subang, 16 Agustus hingga 7 September 2026. Sementara itu, laga final U-17 digelar di Stadion Persikabo Bogor dan berakhir pada Sabtu, 12 September 2026.

Pelaksana Tugas Sekretaris Jenderal PSSI Provinsi Jawa Barat, M. Jaelani Saputra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian kompetisi. Ia berharap para juara mampu membawa nama baik Jawa Barat pada level nasional.

"Persib Bandung tampil dominan dengan menyapu bersih gelar di U-13 dan U-15. Sementara di U-17, WBFC keluar sebagai yang terbaik setelah mengalahkan Saint Prima di final. Selamat untuk para juara, bawa nama Jawa Barat dan raih prestasi setinggi-tingginya di tingkat nasional," kata Sabtu 12 September 2026.

Menurut Jaelani, penyelenggaraan Piala Soeratin tahun ini memiliki perbedaan mendasar dibandingkan pelaksanaan sebelumnya. PSSI Jabar mengusung konsep sport tourism yang memadukan kompetisi sepakbola dengan pengenalan potensi sosial dan budaya di berbagai daerah.

Format tersebut membuat pertandingan tidak terpusat di satu wilayah sejak babak kualifikasi hingga final. Perpindahan lokasi pertandingan diharapkan memberikan pengalaman baru bagi para pemain, pelatih, dan pendamping sekaligus memperkenalkan keragaman Jawa Barat kepada peserta dari daerah lain.

"Ini berkaitan dengan tujuan dari kompetisi itu sendiri, di mana PSSI Jabar ingin menampilkan konsep sport tourism, yakni wisata atlet dari kota dan kabupaten berbeda dengan melihat aspek sosial dan budaya di Jawa Barat," ujar Jaelani.

Selain aspek olahraga dan pariwisata, Piala Soeratin 2026 juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat. Kehadiran peserta dan pendukung di lokasi pertandingan diharapkan memberikan dampak positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah penyelenggara.

Jaelani menjelaskan, konsep sport industry menjadi bagian dari pengembangan kompetisi. Menurutnya, kegiatan sepakbola memiliki potensi besar untuk menggerakkan aktivitas ekonomi lokal, terutama melalui keterlibatan UMKM yang memanfaatkan keramaian pertandingan.

"Sport industry juga menjadi bagian dari program ini, karena banyak UMKM yang terlibat dan memanfaatkan keramaian melalui sepakbola," katanya.

Di sisi lain, Jaelani menilai sepakbola Jawa Barat memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Kompetisi usia muda, menurut dia, dapat menjadi sarana membangun ekosistem sepakbola yang lebih kuat sekaligus mempererat hubungan antar pemangku kepentingan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.

Ia menegaskan, berbagai program PSSI Jabar harus tetap berjalan meskipun organisasi tengah menghadapi agenda Kongres PSSI Jabar yang dijadwalkan pada 30 Oktober 2026. Program pembinaan dan kompetisi dinilai sebagai kewajiban organisasi yang harus dijalankan secara berkelanjutan.

"Semua program yang dilaksanakan ini jangan tersendat di masa jelang Kongres PSSI Jabar 30 Oktober 2026. Sebagai kewajiban organisasi PSSI Jawa Barat, program ini harus tetap berjalan," ujarnya.

Selain kompetisi, PSSI Provinsi Jawa Barat juga terus mengembangkan kualitas sumber daya manusia melalui kursus kepelatihan sepakbola Lisensi D bersubsidi. Program tersebut tengah berlangsung dan hingga akhir September 2026 ditargetkan melahirkan sekitar 1.000 pelatih baru.

Pembinaan usia dini juga diperluas melalui Liga Jabar Istimewa (LJI). Setelah sebelumnya menyelenggarakan kompetisi U-10 dan U-12, PSSI Jabar akan menggulirkan LJI U-14 dan U-19 pada 3–12 Oktober 2026 dengan pembukaan dipusatkan di Kabupaten Subang. Kompetisi tersebut diikuti lebih dari 100 klub dari Askab dan Askot PSSI se-Jawa Barat.

Jaelani menyampaikan, keberhasilan penyelenggaraan Piala Soeratin tidak terlepas dari dukungan seluruh pemangku kepentingan sepakbola Jawa Barat. Ia memberikan apresiasi kepada ketua PSSI kabupaten/kota, pembina, pemilik klub, serta jajaran pengurus PSSI Jabar yang terus mendukung program organisasi.

"Terima kasih untuk semua stakeholder sepakbola Jawa Barat, juga seluruh pengurus PSSI Jawa Barat yang tetap mendukung program ini walau di masa jabatan Plt, tetapi tetap konsisten menjalankan program PSSI Jawa Barat," katanya.

Para juara Piala Soeratin Jabar 2026 berhak menerima piala bergilir sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian mereka. Penghargaan tersebut diharapkan dapat meningkatkan motivasi atlet, pelatih, dan pembina untuk terus mengembangkan prestasi sepakbola di Jawa Barat.

Rangkaian Piala Soeratin 2026 belum berakhir. Para juara zona Jabar dijadwalkan mengikuti babak Zona Jawa pada 26 September 2026. Tim yang berhasil lolos akan melanjutkan perjuangan ke Babak Nasional yang dijadwalkan berlangsung pada 10–18 Oktober 2026 di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Jaelani berharap wakil Jawa Barat mampu mengulang prestasi yang telah ditorehkan tim usia muda pada ajang nasional sebelumnya. Ia mencontohkan keberhasilan tim U-10 dan U-12 di Grassroots Piala Presiden serta tim putri U-15 dan U-18 pada event Milk Life sebagai motivasi bagi para juara Piala Soeratin.

"PSSI Jabar menargetkan prestasi tinggi. Mencontoh tim U-10 dan U-12 sebagai juara Grassroots Piala Presiden, serta tim putri U-15 dan U-18 yang berjaya di Milk Life," kata Jaelani memungkasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....