Suporter Tamu Kembali, Persib Serukan Rivalitas Sehat

  • 05 Sep 2026 21:39 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Persib Bandung menyambut positif kebijakan I.League yang kembali memberikan kesempatan kepada suporter tim tamu untuk hadir langsung di stadion pada pertandingan Super League 2026/2027. Kebijakan tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan atmosfer sepak bola Indonesia yang lebih hidup, aman, tertib, dan sportif.

Bagi Persib, kehadiran suporter lawan bukan sekadar persoalan kompetisi di dalam lapangan. Ada tanggung jawab bersama dari klub, panitia pelaksana pertandingan, suporter tuan rumah, hingga pendukung tim tamu untuk menjaga pertandingan tetap berlangsung dalam suasana yang kondusif.

Dukungan terhadap kebijakan tersebut ditunjukkan Persib melalui keterlibatan dalam rangkaian kegiatan yang digelar I.League di Gianyar, Bali, pada 3-5 September 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan klub, Supporter Liaison Officer (SLO), serta perwakilan kelompok suporter untuk membahas berbagai aspek terkait penyelenggaraan pertandingan.

Dalam agenda tersebut, SLO PT Persib Bandung Bermartabat, Giovitano, bersama delegasi Viking Persib Club, Tobias Ginanjar, turut mengikuti diskusi dan deklarasi. Mereka juga menyepakati Pakta Integritas Suporter Tim Tamu sebagai bentuk komitmen menjaga keamanan, kenyamanan, dan sportivitas sepanjang kompetisi.

“Mewakili Persib, kami sangat mengapresiasi dan mendukung upaya I.League dalam mewujudkan atmosfer pertandingan yang aman, nyaman, sportif, dan bertanggung jawab di musim ini,” ujar Giovitano, dikutip dari laman resmi Persib, Sabtu, 5 September 2026.

Menurut Giovitano, kembalinya suporter tim tamu ke stadion dapat memberikan warna tersendiri terhadap kompetisi. Meski demikian, kesempatan tersebut harus dibarengi dengan kesadaran seluruh pihak untuk menjaga pertandingan tetap berjalan sesuai dengan aturan dan semangat sportivitas.

“Tentunya, ini juga merupakan sebuah kepercayaan yang harus kita jaga bersama-sama. Mulai dari klub, panitia pelaksana pertandingan, suporter tim tuan rumah, hingga suporter tim tamu, semuanya memiliki peran yang sama dalam menciptakan pertandingan yang aman dan kondusif,” katanya.

Ia berharap kebijakan tersebut menjadi momentum baru bagi sepak bola Indonesia untuk membangun budaya rivalitas yang sehat. Persaingan antarsuporter tetap dapat berlangsung dengan penuh semangat, tetapi harus berjalan berdampingan dengan rasa hormat dan sportivitas.

“Kita tentu ingin melihat stadion kembali menjadi tempat yang penuh energi, semangat, dan kebanggaan. Rivalitas tetap menjadi bagian dari sepakbola, tetapi rasa hormat harus tetap menjadi fondasinya. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi perkembangan sepakbola Indonesia ke arah yang lebih positif,” tutur Giovitano.

Kehadiran suporter tim tamu sendiri diatur dalam Regulasi Kompetisi Super League musim 2026/2027, khususnya Pasal 5 mengenai keamanan dan kenyamanan. Persib menyatakan berkomitmen menjalankan ketentuan tersebut sekaligus terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait agar pertandingan kandang Maung Bandung dapat berlangsung aman, tertib, dan nyaman.

Persib juga mengajak Bobotoh untuk ikut menjaga kepercayaan yang diberikan melalui sikap positif ketika memberikan dukungan kepada tim. Menjadi tuan rumah yang baik, menurut Persib, bukan berarti mengurangi militansi dukungan, melainkan menunjukkan bahwa kreativitas, semangat, dan kecintaan kepada klub dapat berjalan beriringan dengan sportivitas.

Sebagai bagian dari Pakta Integritas Suporter Tim Tamu, terdapat enam komitmen yang harus dijaga bersama. Pertama, menjaga kondusivitas dengan menciptakan suasana pertandingan yang aman dan damai, baik di dalam maupun luar stadion.

Kedua, menolak segala bentuk anarkisme, provokasi, serta kekerasan fisik maupun verbal. Ketiga, menolak tindakan, ucapan, simbol, atau bentuk provokasi yang mengandung unsur rasisme, diskriminasi, maupun SARA.

Komitmen berikutnya adalah tertib dan taat terhadap seluruh regulasi yang ditetapkan panitia pelaksana pertandingan. Suporter juga diminta menjaga kondisi pertandingan tetap aman dan tertib ketika memberikan dukungan kepada Persib dalam laga tandang.

Komitmen terakhir adalah menjunjung tinggi sikap ksatria dan sportif. Suporter diharapkan memberikan dukungan dengan cara yang sehat sekaligus menerima apa pun hasil pertandingan dengan sikap dewasa.

Persib menilai sepak bola memang tidak dapat dipisahkan dari emosi, kebanggaan, dan rivalitas. Namun, rivalitas terbaik adalah persaingan yang memiliki batas, menjunjung sportivitas, serta tetap menghadirkan rasa hormat kepada pihak lain.

Dengan kembalinya suporter tim tamu, Persib berharap musim Super League 2026/27 dapat menjadi awal dari budaya pertandingan yang semakin positif. Energi dan militansi suporter diharapkan tetap menjadi kekuatan sepak bola Indonesia tanpa mengesampingkan keamanan, kenyamanan, dan penghormatan terhadap sesama pencinta sepak bola.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....