Nobar Biru Jadi Wadah Kebersamaan Bobotoh Dukung Persib

  • 31 Agt 2026 21:47 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Dukungan Bobotoh untuk Persib Bandung tetap mengalir meski laga menghadapi Manila Digger FC pada babak pendahuluan AFC Champions League Two (ACL Two) 2026/2027, Senin, 31 Agustus 2026, berlangsung tanpa kehadiran penonton di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung.

Salah satu bentuk dukungan tersebut hadir melalui kegiatan Nobar Biru yang digelar di sejumlah lokasi. Salah satunya berlangsung di Graha Persib Lantai 1, Jalan Sulanjana No. 17, Kota Bandung. Para Bobotoh berkumpul untuk menyaksikan perjuangan Maung Bandung sekaligus membangun atmosfer kebersamaan di luar stadion.

Nobar Biru kali ini juga diikuti komunitas Bodisnet atau Bobotoh Disabilitas Netra. Sebanyak 16 anggota komunitas tersebut datang ke Graha Persib untuk bersama-sama mengikuti jalannya pertandingan dan memberikan dukungan kepada tim kebanggaan mereka.

Ketua Bodisnet, Ahmad Hidayat (37), menjadi salah satu Bobotoh yang hadir. Pria asal Cibuntu, Bandung, tersebut datang bersama rekan-rekannya dari komunitas yang saat ini memiliki 77 anggota dan tersebar di sejumlah daerah.

Bagi Ahmad, keikutsertaan Bodisnet dalam Nobar Biru bukan hanya tentang menyaksikan pertandingan. Kehadiran mereka sekaligus menjadi bentuk penegasan bahwa kecintaan terhadap Persib dapat dirasakan oleh siapa saja, termasuk Bobotoh dengan keterbatasan penglihatan.

“Persib itu bukan hanya milik Bobotoh umum atau yang bisa melihat, tetapi dapat dinikmati oleh Bobotoh dari semua kalangan, termasuk kami sebagai yang tunanetra,” ujar Ahmad, dikutip dari laman resmi Persib, Senin, 31 Agustus 2026.

Menurut Ahmad, keterbatasan dalam melihat pertandingan secara langsung tidak mengurangi rasa memiliki terhadap Persib. Bahkan, anggota Bodisnet beberapa kali memberikan dukungan langsung dengan datang ke Stadion Si Jalak Harupat maupun Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

“Memang kami tidak bisa melihat, tapi kami merasakan Persib dengan hati. Jadi, fisik terbatas, mencintai Persib tanpa batas,” tuturnya.

Bagi Bodisnet, Nobar Biru di Graha Persib juga menjadi pengalaman istimewa. Ahmad menyebut kegiatan tersebut merupakan kesempatan pertama bagi komunitasnya untuk mengikuti acara nonton bareng di markas Persib yang mereka anggap sebagai rumah dan pusat perjuangan klub.

“Kita ingin merasakan nobar istilahnya di rumahnya Persib, di jantungnya Persib, di hatinya Persib, yaitu Graha Persib,” kata Ahmad.

Semangat serupa disampaikan Indrayati Suherman (53), Bobotoh asal Bandung yang mengaku telah mendukung Persib sejak 1986. Ia hadir bersama anggota Bodisnet lainnya dan memanfaatkan Nobar Biru sebagai momentum untuk menikmati pertandingan sekaligus mempererat kebersamaan dengan sesama Bobotoh.

“Ingin berbagi kebahagiaan, ingin sama-sama nonton bareng. Biasanya dengar atau debar bareng, sering juga di tempat-tempat lain,” ujar Indrayati.

Menurut Indrayati, larangan penonton hadir langsung di stadion membuat kegiatan nobar memiliki arti lebih bagi Bobotoh. Nobar Biru menjadi alternatif untuk tetap merasakan atmosfer kebersamaan ketika Persib menjalani pertandingan penting di kompetisi Asia." Karena tidak ada penonton, ingin merasakan kebersamaan di Nobar Biru,” katanya.

Indrayati berharap langkah Persib di kompetisi Asia musim 2026/2027 dapat terus berlanjut dan diwarnai prestasi. Kendati demikian, ia menegaskan bahwa dukungannya kepada Maung Bandung tidak bergantung pada hasil pertandingan.

“Jangan sampai tertinggal, pengennya Persib selalu juara. Tapi apapun hasilnya, Persib tetap punya saya dan punya semua Bobotoh,” tuturnya.

Kehadiran Bodisnet di Nobar Biru pun menunjukkan bahwa dukungan terhadap Persib tidak dibatasi oleh kondisi fisik maupun keadaan pertandingan. Bagi mereka, menjadi Bobotoh adalah tentang rasa memiliki dan kecintaan yang terus diberikan kepada Maung Bandung dalam situasi apa pun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....