Perkara Lama Tuntas, FIFA Cabut Registration Ban Persib
- 12 Agt 2026 09:24 WIB
- Bandung
RRI.CO.ID, Bandung - Persib memastikan persoalan FIFA Registration Ban yang sempat dikaitkan dengan klub telah resmi berakhir. Larangan pendaftaran pemain tersebut berkaitan dengan perkara lama mengenai kewajiban Persib kepada mantan pelatihnya, Robert Rene Alberts, pada periode 2022.
PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) menyampaikan bahwa FIFA telah mencabut FIFA Registration Ban tersebut secara permanen setelah klub menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan keputusan yang menjadi dasar perkara.
Kepastian itu tertuang dalam surat resmi FIFA tertanggal 11 Agustus 2026 dengan Ref. No. FDD-28859. Dalam surat tersebut, FIFA menyatakan proses perkara terhadap Persib telah ditutup setelah menerima konfirmasi bahwa Robert Rene Alberts telah menerima pembayaran yang menjadi kewajiban klub sesuai keputusan sebelumnya.
FIFA juga memastikan larangan Persib untuk mendaftarkan pemain baru yang berkaitan dengan perkara tersebut telah dicabut secara permanen. Selanjutnya, FIFA meminta PSSI untuk segera mencabut larangan serupa pada tingkat nasional.
Perkara tersebut bermula dari hubungan kontraktual Persib dengan Robert Rene Alberts pada 2022. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA, manajemen Persib langsung melakukan penelaahan dan mengambil langkah penyelesaian dengan mempertimbangkan mekanisme serta ketentuan yang berlaku.
“Alhamdulillah, kami bersyukur proses ini telah diselesaikan dengan baik. Setelah mengetahui adanya keputusan FIFA terkait perkara lama yang berkaitan dengan periode 2022, kami langsung menentukan langkah yang diperlukan dan menyelesaikan kewajiban pembayaran sesuai dengan mekanisme yang berlaku,” ujar Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, Rabu, 12 Agustus 2026.
“FIFA kemudian secara resmi menyatakan proses perkara ini telah ditutup dan FIFA Registration Ban terkait perkara tersebut telah dicabut secara permanen,” lanjutnya.
Manajemen Persib menilai penyelesaian perkara tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab klub sebagai institusi sepak bola profesional. Menurut manajemen, setiap keputusan yang dikeluarkan regulator harus dihormati dan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab.
“Bagi kami, setiap keputusan regulator harus dihormati dan ditindaklanjuti secara bertanggung jawab. Ketika terdapat kewajiban yang harus diselesaikan, kami menentukan prioritas dan mengambil langkah yang diperlukan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan dengan baik,” kata Adhitia.
Pangeran Biru juga menegaskan penyelesaian perkara dilakukan dengan pendekatan yang objektif dan terukur. Manajemen menyebut setiap persoalan yang muncul akan dikaji terlebih dahulu dengan mempertimbangkan konsekuensi serta kepentingan klub secara keseluruhan.
“Dalam menghadapi setiap persoalan, kami selalu mengedepankan pola yang rasional, bukan emosional. Kami melihat setiap situasi secara objektif, mempelajari aspek serta konsekuensinya, kemudian menentukan langkah berdasarkan skala prioritas,” tuturnya.
Dengan dicabutnya FIFA Registration Ban secara permanen dan ditutupnya perkara tersebut, Persib kini dapat mengalihkan perhatian sepenuhnya kepada persiapan menghadapi musim kompetisi 2026/2027.
“Saat ini fokus kami adalah mempersiapkan tim menghadapi musim 2026/2027. Kami ingin seluruh energi dan perhatian klub diarahkan pada persiapan kompetisi, sehingga tim dapat tampil sebaik mungkin dan memberikan prestasi yang membanggakan bagi Bobotoh,” katanya.
Manajemen Persib juga menyampaikan apresiasi kepada Bobotoh yang tetap memberikan dukungan dan kepercayaan selama proses penyelesaian perkara berlangsung. Klub memahami bahwa informasi mengenai persoalan tersebut menjadi perhatian besar publik dan pendukung Persib.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh Bobotoh atas kepercayaan, dukungan, dan kesabarannya. Kami memahami bahwa setiap perkembangan mengenai Persib selalu menjadi perhatian,” kata manajemen.
Persib menegaskan komitmennya untuk terus mematuhi seluruh regulasi yang berlaku, baik yang ditetapkan federasi maupun operator kompetisi di tingkat domestik dan internasional. Kepatuhan terhadap aturan disebut menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun tata kelola klub yang profesional dan berkelanjutan.
“Persib akan terus menjaga komitmen terhadap kepatuhan regulasi dan tata kelola klub yang profesional. Bagi kami, memenuhi setiap kewajiban merupakan bagian dari tanggung jawab, sementara terus memperbaiki dan memperkuat tata kelola merupakan bagian dari perjalanan Persib untuk menjadi klub yang semakin profesional dan berkelanjutan,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....