Final Piala Presiden 2026, saat 'Semua' Mata di Bandung Tertuju ke TV untuk Persib

  • 07 Agt 2026 19:42 WIB
  •  Bandung

RRI.CO.ID, Bandung - Suasana jalanan di Kota Bandung seketika sepi malam itu. Namun, pemandangan sepi itu berbanding terbalik di banyak sudut kota ini dimana orang-orang berkumpul menyaksikan laga final Piala Presiden 2026 antara Persib kontra Persebaya yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, Kamis 6 Agustus 2026.

Dari selatan ke utara Bandung, rumah hingga warung kopi, pasar hingga kafe, tua hingga muda, semua mata terfokus pada pertandingan final itu. Suasana riuh dan silau layar televisi (TV) disertai sorak sorai bobotoh mewarnai malam itu dimana kerinduan mereka akan aksi Persib di lapangan hijau yang sudah tak tertahankan kembali terbayarkan dengan perhelatan Piala Presiden 2026 ini.

“Gol! Hayuk bisa ini mah, gas deui!” Ujar salah seorang pedagang di Pasar Kosambi Bandung, dimana di pasar itu puluhan pedagang berkumpul untuk menyaksikan partai final bersama.

Kios-kios sayur, daging, hingga bumbu dapur telah tutup malam itu, tapi suasana pasar yang pada malam hari biasanya sepi tak berlaku di hari tersebut. Para pedagang berkumpul di tengah-tengah pasar, di antara kios dan tatakan yang biasanya berisi dagangan, mereka duduk dengan mata tertuju pada sebuah TV yang tergantung di atas dinding pasar.

Kukun (42), salah seorang pedagang sayur di Pasar Kosambi mengatakan kegiatan nonton bareng (nobar) yang ia lakukan bersama kolega pedagang lainnya menjadi hal yang rutin sejak pertandingan pertama Persib Piala Presiden 2026. Menurutnya, nobar memberikan perasaan yang menyenangkan ketimbang nonton sendirian sekaligus menjadi hiburan bagi mereka jelang menunggu aktivitas persiapan pasar yang biasanya dilakukan malam hari menuju pagi mulai.

"Dari awal Piala Presiden Persib main selalu nonton di sini, liga juga sama. Seru kalau nonton bareng, kurang seru kalau sendiri jadi lebih asik banyakan seperti ini. Sambil nunggu datang barang juga ke pasar, sambil siap-siap gitu," ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.

Terkait kehadiran Piala Presiden 2026, ia mengatakan kompetisi pramusim ini mengobati rasa rindu para Bobotoh kepada Persib sebelum Super League dimulai. Dari kompetisi pramusim itu, menurutnya para Bobotoh bisa melihat dan mengikuti perkembangan Persib jelang musim baru datang.

"Oh pasti mengobati rasa kangen sama Persib, bisa lihat perkembangan Persib gimana sebelum liga mulai, seru Alhamdulillah,'' katanya menambahkan.

Bergeser dari Pasar Kosambi, di titik lainnya kegiatan nobar juga dilakukan tepatnya di sebuah warung yang berseberangan dengan rel kereta api di Jalan Cikudapateuh, Kota Bandung. Terlihat beberapa orang dari beragam latar belakang berkumpul menyaksikan laga itu di sebuah TV.

Melihat keramaian itu, salah satu pedagang telur gulung, Asep (35) memarkirkan gerobaknya persis di lokasi nobar. Ia mengatakan, omset penjualannya meningkat karena aktivitas nonton bareng Piala Presiden 2026, Bobotoh kerap kali membeli kudapan untuk menemani mereka menyaksikan pertandingan.

"Alhamdulillah terbantu ada keramaian nobar jadi lebih banyak yang beli, jadi cepet habis dagangannya kalau keluar pas ada nobar pertandingan seperti ini," ujarnya, Kamis 6 Agustus 2026.

Di lokasi lainnya lagi, tepatnya di bawah Flyover Pasupati Bandung, puluhan orang juga menggelar nonton bersama yang diinisiasi karang taruna setempat. Tempat yang biasanya sepi itu disulap dalam waktu sekitar dua jam menjadi tempat yang penuh oleh sorakan dari Bobotoh.

Sayangnya, Persib dipaksa mengakui keunggulan Persebaya di laga tersebut melalui adu penalti setelah bermain dengan skor sama kuat 1-1 sepanjang dua kali 45 menit dan dua babak extra time. Imran (21) yang mengikuti kegiatan nobar di Flyover Pasupati mengaku sedikit sedih atas kekalahan tim kesayangannya itu namun tetap bangga karena Persib telah memberikan permainan yang terbaik.

"Pasti sedih mah ada, tapi bangga lihat Persib mainnya apik dari awal Piala Presiden ini, pemain-pemain muda juga dapat kesempatan pemain dan bisa kasih lihat kemampuannya di ajang ini," ujarnya.

Antusiasme yang terlihat di berbagai sudut Kota Bandung itu rupanya sejalan dengan tingginya jumlah masyarakat yang menyaksikan pertandingan melalui layar kaca. Final Piala Presiden 2026 antara Persib Bandung dan Persebaya Surabaya mencatat TV Rating (TVR) 8,9 persen dengan audience share 45,3 persen. Angka tersebut setara dengan sekitar 25,8 juta penonton di Indonesia dan menjadikan laga final sebagai program televisi nomor satu selama penyelenggaraan Piala Presiden 2026.

Capaian tersebut juga memperlihatkan bahwa kemeriahan final tidak hanya terjadi di dalam stadion. Layar televisi di pasar, warung, kafe hingga ruang-ruang publik menjadi titik berkumpul masyarakat untuk mengikuti perjuangan Persib. Bagi para Bobotoh di Bandung, tingginya angka kepemirsaan tersebut seolah menggambarkan apa yang terjadi di kota mereka pada malam final.

Kekalahan Persib melalui adu penalti memang meninggalkan kekecewaan, tetapi tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa Piala Presiden 2026 telah menjadi ruang bersama bagi warga untuk kembali menikmati pertandingan Persib sekaligus melepas kerinduan terhadap sepak bola sebelum kompetisi liga bergulir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....